Breaking News:

Video Berita

Video: Uncle Jay, Pengendali Peredaran Narkoba Antar Negara di Bengkalis Ditangkap

Tidak disangka, Uncle Jay ternyata gembong pengendali narkoba antar negara dari Bengkalis masih berusia 26 tahun.

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: aidil wardi

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Tidak disangka ternyata gembong pengendali narkoba antar negara dari Bengkalis masih berusia muda.

Baru berumur 26 tahun namun sepak terjangnya sudah belasan kali berhasil mengendalikan puluhan kilogram sabu masuk dan tersebar di Indonesia melalui Bengkalis.

Pria tersebut bernama Hadi Sepra Dianto alias Adi atau lebih dikenal dalam dunia mafia barang haram ini dengan nama Uncle Jay.

Pria muda ini menjadi incaran polisi Polres Bengkalis dan Polda Riau setelah Polres Bengkalis Oktober tahun lalu berhasil menggagalkan peredaraan narkoba sebanyak 19 Kilogram di Bengkalis

"Saat itu nama Uncle Jay ini disebut sebut sebagai pengendali, kita melakukan pengejaran sampai ke Batam untuk mendapatkannya. Saat itu pencarian belum membuahkan hasil," terang Kapolres Bengkalis AKBL Hendra Gunawan.

Kemudian tim Satres Narkoba Bengkalis melakukan koordinasi dengan Polda Riau. Dari koordinasi ini kemudian baru berhasil mengamankan tersangka di Pekanbaru, Sabtu (23/10) di Pekanbaru.

Uncle Jay ini diamankan di Jalan Patimura Pekanbaru. Kemudian dilakukan interogasi terkait keterlibatannya dalam peredaran narkoba yang ada di Bengkalis oleh tim Satres Narkoba Bengkalis.

"Hasil interogasi Uncle Jay akhirnya mengaku sering melakukan pengendalian peredaran narkoba di wilayah Riau melalui Bengkalis. Diantara seperti kasus satu tahun lalu bulan Oktober yang ditangani Polres Bengkalis berhasil menggagalkan 19 kilogram sabu di kota Bengkalis, kemudian kasus sabu September 2021 lalu di Pekanbaru barang bukti sebanyak 9 kilogram," terang Kapolres.

Selain itu tersangka juga sudah sering bekerjasama dengan pengedar narkoba lainnya yang berhasil digagalkan jajaran Polisi di Bengkalis dan Polda Riau. Hasil pengakuan uncle Jay selama pengejaran dia juga aktif mengendalikan peredaran narkoba.

"Selama pengejaran tersangka banyak beraktifitas di Batam dan Malaysia untuk menghindari petugas. Serta tetap aktig dalam mengendalikan narkoba," kata Kapolres.

Karena perbuatannya tersebut tersangka terancam hukuman maksimal pidana mati, seumur hidup.

Dengan jeratan pasal 114 ayat 2 junto pasal 112 ayat 2 dan pasal 132 ayat 1 Undang Undang nomor 35 tahun 2009.(tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved