Breaking News:

Berita Riau

Sidang Praperadilan Kadis ESDM Riau Nonaktif Dinilai Janggal, Jaksa Sudah Lapor ke KY dan MA

Hasil dan sidang praperadilan tersangka Kadis ESDM Riau nonaktif dinilai banyak kejanggalan oleh Kejari Kuansing yang melaporkan hal ini ke KY dan MA.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: CandraDani
foto/net
ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Kejari Kuansing menilai sidang praperadilan tersangka Kadis ESDM Riau nonaktif, Indra Agus Lukman, terdapat sejumlah kejanggalan.

Indra Agus Lukman, menyandang kasus tersangka dalam perkara dugaan korupsi dana Bimtek dan Pembinaan Bidang Pertambangan serta akselerasi di Dinas ESDM Kuansing ke Provinsi Bangka Belitung tahun 2013-2014. Perkara ditangani jaksa penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kuansing.

Ketika itu, Indra Agus Lukman menjabat sebagai Kadis ESDM di Kabupaten berjuluk Kota Jalur itu.

Setelah ditetapkan tersangka, Indra Agus Lukman langsung ditahan oleh jaksa.

Tak diterima ditetapkan tersangka, Indra Agus Lukman lantas mengajukan upaya hukum praperadilan ke pengadilan, Kamis (14/10/2021).

Alhasil dalam prosesnya, hakim tunggal Pengadilan Negeri Teluk Kuantan selaku pihak yang mengadili, mengabulkan permohonan prapid dari Indra Agus Lukman.

Hakim menyatakan penetapan tersangka terhadap Indra Agus tidak sah, pada sidang putusan praperadilan, Kamis (28/10/2021) pagi.

Menurut pihak Kejari Kuansing, banyak kejanggalan yang diputuskan hakim tersebut yang memberatkan jaksa.

Tak Hanya Dilaporkan ke KY Tapi Juga ke MA

Atas hal tersebut, Kejari Kuansing pun melaporkan hakim yang mengadili praperadilan ke Komisi Yudisial (KY).

Tak hanya ke KY, Kejari Kuansing juga melaporkan permasalahan ini ke Ketua dan Badan Pengawas Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Laporannya pun sudah dikirimkan pada Jumat (29/10/2021) pagi dengan kiriman khusus.

Menurut Kajari Kuansing, Hadiman, kejanggalan yang sangat memberatkan adalah tidak diberinya kesempatan kepada pihak termohon dalam hal ini Kejari Kuansing, untuk menghadirkan saksi dan ahli.

Sementara pihak pemohon sudah diberi kesempatan untuk hal itu.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved