Breaking News:

DPRD Pekanbaru

DPRD Pekanbaru Minta Masterplan Banjir Maksimal Diterapkan, Antisipasi Titik Makin Meluas

Masterplan penanganan banjir Kota Pekanbaru, hingga kini seolah-olah tidak berjalan. Kondisi ini pun direspon DPRD Pekanbaru.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM/DODI VLADIMIR
Masterplan penanganan banjir Kota Pekanbaru, hingga kini seolah-olah tidak berjalan. Kondisi ini direspon pun DPRD Pekanbaru. FOTO: Pengendara motor melintasi genangan banjir di Jalan Karya Bersama, Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Senin (25/10/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Masterplan penanganan banjir Kota Pekanbaru, hingga kini seolah-olah tidak berjalan. Kondisi ini pun direspon DPRD Pekanbaru.

Meski Pemko Pekanbaru mengaku sudah menjalankannya, namun masih banyak ditemui titik banjir.

Kondisi ini tentunya direspon kalangan DPRD Pekanbaru. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Wan Agusti mengharapkan, agar Dinas PUPR bisa memaksimalkan masterplan banjir yang sudah ada. 

Tentunya menerapkan di semua titik banjir, yang paling parah. Sehingga apa yang direncanakan dari awal, yakni meminimalisir banjir di Kota Pekanbaru, terwujud.

"Sejak awal ini kita desak. Jadi masterplan yang ada sekarang, tidak hanya sekadar pajangan," kata Wan Agusti kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (31/10/2021).

Lebih dari itu, Politisi Partai Gerindra ini meminta, agar pelaksanaan ini harus ada kolaborasi antar pemerintah. Seperti halnya pemerintah kabupaten/kota, provinsi, hingga pemerintah pusat.

"Karena kita ketahui, di antara titik banjir tersebut, kewenangannya berbeda. Ada pemerintah kota, provinsi dan pusat. Jadi ini harus bersatu, jika memang masterplan banjir ini mau dijalankan dengan baik," sebutnya.

Lebih dari itu, Wan Agusti juga meminta agar penanganan banjir saat ini, jangan hanya dilakukan secara jangka pendek, seperti pembersihan drainase dan normalisasi sungai. Tapi harus nampak action plan-nya.

"Kita tak mau sia-sia. Karena kita ada masterplan banjir, kenapa harus menunggu lagi," harapnya.

Sebelumnya, Walikota Pekanbaru Firdaus MT mengaku, bahwa sampai saat ini pemerintah belum bisa menerapkan masterplan penanganan banjir, untuk jangka menengah dan panjang. Sebab Pemko masih fokus penanganan covid-19.

Masterplan penanganan banjir ini menjadi acuan Pemko Pekanbaru untuk mengetahui permasalahan dan solusi yang harus dilakukan.

"Penerapan jangka menengah dan panjang, dibutuhkan sinergi antara Pemko Pekanbaru, Pemkab Kampar, Pemprov Riau dan Kementerian PUPR. Ini harus digalang," tegasnya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved