Breaking News:

Berita Siak

Ekspor Perdana Melalui Pelabuhan Tanjung Buton 2021, Cangkang Sawit Menuju Jepang

Pada 2021, pelabuhan Tanjung Buton di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) Kecamatan Sungai Apit, Siak baru sekali melakukan aktivitas ekspor.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Aktivitas pengapalan cangkang untuk ekspor perdana di pelabuhan Tanjung Buton, kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, Rabu (27/10/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Pada 2021, pelabuhan Tanjung Buton di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak baru sekali melakukan aktivitas ekspor.

Aktivitas ekspor perdana dilaksanakan pada 27 Oktober 2021, yakni cangkang kelapa sawit yang dikirim ke Jepang.

Bupati Siak Alfedri hadir melakukan pelepasan ceremonial ekspor perdana berupa cangkang kelapa sawit tersebut. Jumlah cangkang sawit yang diekspor ke Jepang sebanyak 10.600 metric ton.

“Memang, kegiatan ekspor tersebut merupakan kegiatan ekspor perdana di tahun 2021. Ekspor tersebut melalui oleh PT Energi Karisma Yuda,” kata Alfedri, Minggu (31/10/2021).

Cangkang kelapa sawit tersebut langsung dikirimkan ke Jepang dengan menggunakan MV Hosei 68 Berbendera Panama. Jepang merupakan salah satu negara yang sedang gencar penggunaan sumber energi terbarukan, termasuk energi biomassa.

"Semoga ini membawa keberkahan bagi negeri dan masyarakat kabupaten Siak. Bagi PT Energi Karisma Yuda ini merupakan ekspor perdana, yang tentunya kita akan support terus menerus perusahaan ekspor melalui Tanjung Buton,” kata dia.

Alfedri berharap aktifitas ekspor ini terus berlanjut setiap bulannya 10.000 matric ton cangkang sawit. Ekspor ini dalam rangka memenuhi kebutuhan pembangkit biomasa yang ada di Jepang.

"Di pelabuhan Tanjung Buton ada 10-15 kapal melakukan ekspor cangkang sawit dari perusahaan lain,” kata dia.

Menurut Alfedri, ada 7 perusahaan yang ekspor cangkang ke sejumlah negara. Pada November ini pihaknya merencanakan pembangunan tangki timbun CPO yang di bangun Capital Group. Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Siak sangat banyak, tentu berpotensi melakukan pengapalan CPO melalui Pelabuhan Tanjung Buton.

"Kita doakan bisa berjalan lancar, karena kalau kita hitung-hitung, biaya transportasi angkut CPO ke Dumai di banding ke Tanjung Buton lebih rendah. Termasuk juga dari sisi jarak tempuh, kita sudah minta PKS di Siak dan Pelalawan pengapalannya bisa melalui pelabuhan Tanjung Buton," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved