Breaking News:

Berita Siak

Pengelola Pelabuhan Tanjung Buton Tandatangani Perjanjian Sewa dengan KSOP Kelas II Tanjung Buton

PT SS sebagai anak BUMD Siak yang diberi kewenangan mengelola pelabuhan menyewa barang milik negara berupa tanah ataupun bangunan kepada negara.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Kepala KSOP kelas II Tanjung Buton Humaid Minabari menandatangani lembaran perjanjian sewa barang milik negara bersama Direktur PT SS Juprizal (biru) yang disaksikan Sekdakab Siak Arfan Usman dan pemilik saham PT SS, yakni Direktur PT SPS, Bob Novitriansyah dan Kepala Dishub Siak Junaidi, Rabu (27/10/2021) di Balairung Datuk 4 Suku, Siak. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Pengelola pelabuhan Tanjung Buton PT Samudera Siak (SS) tandatangani perjanjian sewa barang milik negara dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Tanjung Buton.

PT SS sebagai anak BUMD Siak yang diberi kewenangan mengelola pelabuhan menyewa barang milik negara berupa tanah ataupun bangunan kepada negara.

“Penandatangan sewa barang milik negara ini sudah ditandatangani pada Rabu kemarin di kediaman bupati Siak. Mudah-mudahan ini menjadikan pelabuhan Tanjung Buton lebih dikenal di bawah PT Samudera Siak,” kata Kepala KSOP Kelas II Tanjung Buton Humaid Minabari, Minggu (32/10/2021).

Ia menceritakan, penandatangan perjanjian sewa barang milik negara ini disaksikan langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Siak, Arfan Usman.

Proses hingga penandatangan perjanjian sewa ini sangat rumit sebelumnya.

Inventarisasi barang milik negara di Tanjung Buton yang mempunyai dokumen lengkap bakal dimanfaatkan oleh PT SS untuk memberikan pelayanan kepelabuhanan di Tanjung Buton.

“Kami optimistis kedepannya pelabuhan Tanjung Buton bisa semakin dikenal dan berkembang menjadi pelabuhan industri, sehingga dapat memberikan dampak yang baik bagi pemerintah kabupaten Siak dan negara,” kata dia.

Sementara itu Arfan Usman mengatakan perjanjian sewa tersebut merupakan mimpi dari semua Bupati Siak sejak masa Arwin AS, Syamsuar hingga Alfedri.

Perjanjian sewa ini menjadi bukti nyata bahwa anak BUMD Siak akan lebih leluasa dalam memberikan pelayanan terhadap aktivitas kepelabuhan.

"Pandangan bupati Siak dari masa ke masa untuk kawasan pelabuhan Tanjung Buton sama, yakni bagaimana mewujudkannya menjadi pelabuhan industri yang akan menjadi magnet ekonomi baru bagi kabupaten Siak,” kata dia.

Seiring berjalannya waktu, kondisi pelabuhan Tanjung Buton semakin berkembang.

Dua hari lalu, Bupati Siak melakukan pelepasan perdana ekspor cangkang kelapa sawit ke Jepang. Jumlah cangkang yang diekspor 10.600 metric ton di bawah bendera PT Energi Kharisma Yuda.

“Pelabuhan industri Tanjung Buton ini menjawab tantangan kesiapan pantai Timur di pesisir Riau karena pelabuhan Dumai sudah sangat crowded. Tentu ini adalah masa depan industri kabupaten Siak dan tidak saja magnet ekonomi di Siak melainkan di Riau,” kata dia. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved