Breaking News:

Berita Siak

PT Samudera Siak Keluarkan Biaya Sewa BMN di Pelabuhan Tanjung Buton Rp 7,98 Per Tahun

PT Samudera Siak (SS) telah menandatangani perjanjian sewa BMN dengan KSOP kelas II Tanjung Buton untuk 3 tahun mendatang.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Kapal berbendera Panama bersandar di pelabuhan industri Tanjung Buton, kecamatan Sungai Apit, kabupaten Siak 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Tanjung Buton, PT Samudera Siak (SS) telah menandatangani perjanjian sewa Barang Milik Negara (BMN) dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Tanjung Buton untuk 3 tahun mendatang. PT SS harus mengeluarkan biaya sewa BMN sebanyak Rp 7,98 miliar per tahun.

“Sejak tanggal 27 Oktober 2021 sudah serah terima dengan kita BMN yang disewa,” kata Direktur PT SS Juprizal kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (1/11/2021).

Ia menerangkan, sewa BMN tersebut berupa lapangan penumpukan dan dermaga kepada KSOP kelas II Tanjung Buton. Jenis BMN yang disewa itu adalah tanah seluas 57.087 meter persegi, dermaga seluas 4.380 meter persegi, trestle seluas 2.064 meter persegi, mooring dolphin seluas 112,5, turap batu seluas 25.887,6 meter persegi, perkerasan lapangan penumpukan seluas 41.313 meter persegi, gapura 39,1 meter persegi, pagar permanen 594 meter persegi, gedung pos jaga permanen 45 meter persegi, jalan khusus proyek 3.940 meter persegi.

“Setelah 3 tahun sesuai dengan surat perjanjian sewa, maka bisa dilanjutkan dengan perjanjian sewa yang baru,” kata dia.

BUP PT SS merupakan anak BUMD Siak, yang saat ini memberikan pelayanan di pelabuhan industri Tanjung Buton. Pelabuhan tersebut mulai aktif dan ramai didatangi kapal untuk bongkar muat barang, baik domestik, ekspor maupun impor.

Data yang diperoleh Tribunpekanbaru.com, pada Mei 2021, ada 12 kapal yang masuk ke pelabuhan Industri Tanjung Buton. Sebagian besar berbendera Indonesia, namun ada yang berbendera Marshall Island dan Panama. Jenis barang yang dibongkar muat di kapal -kapal itu antara lain sayur mayur, pupuk, cangkang, alat berat dan genset.

Juni 2021 sedikitnya ada 14 kapal yang masuk di pelabuhan industri Tanjung Buton. Kapal -kapal tersebut sebagian besar berbendera Indonesia, namun ada yang berbendera Filipina, Liberia, dan Panama. Jenis barang yang dibongkar muat pada kapal -kapal itu antara lain, cangkang kelapa sawit dan pupuk.

Pada Juli 2021, sediktnya ada 15 kapal yang masuk melalui pelabuhan industri Tanjung Buton. Di antaranya berbendera Panama, Hingkong, Liberia dan Filipina. Jenis barang yang dibongkar muat dari kapal-kapal tersebut berupa cangkang kelapa sawit, chemical, CAO, pupuk, genset dan tiang pancang.

Sebelumnya diberitakan, BUP PT SS tandatangani perjanjian sewa BMN dengan KSOP kelas II Tanjung Buton. PT SS sebagai anak BUMD Siak yang diberi kewenangan mengelola pelabuhan menyewa barang milik negara berupa tanah ataupun bangunan kepada negara.

“Penandatangan sewa barang milik negara ini ditandatangani pada Rabu di kediaman bupati Siak. Mudah-mudahan ini menjadikan pelabuhan Tanjung Buton lebih dikenal di bawah PT Samudera Siak,” kata Kepala KSOP Kelas II Tanjung Buton Humaid Minabari.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved