Breaking News:

Berita Pelalawan

Seragam Batik Lebah Begayut di Pelalawan Tuai Polemik, Dipicu Surat Disdikbud ke Sekolah, Ada Apa?

Polemik itu dipucu , tentang adanya pemberlakuan seragam baru kepada peserta didik di seluruh Pelalawan

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Seragam batik lebah begayut yang tuai polemik di kalangan orang tua murid di Pelalawan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Beberapa hari terakhir ini timbul polemik yang berhembus dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pelalawan Riau.

Polemik itu dipucu , tentang adanya pemberlakuan seragam baru kepada peserta didik di seluruh Pelalawan.

Informasinya yang diperoleh Tribunpekanbaru.com, polemik terpantik sejak diterbitkannya surat dari Disdikbud Pelalawan yang diteken langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Abu Bakar FE.

Surat itu terbit pada tanggal 28 Oktober 2021 yang ditujukan kepada seluruh kepala sekolah (kepsek) baik Sekolah Dasar (SD) negeri maupun swasta serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta.

Surat yang bersifat penting itu mengatur tentang ketentuan pakaian seragam nasional dan daerah.

"Dalam rangka menanamkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan, dan meningkatkan rasa kesetaraan tanpa memandang kesenjangan sosial ekonomi orangtua maupun wali murid," demikian isi surat yang dokumennya diperoleh Tribunpekanbaru.com, Senin (1/11/2021).

Disdikbud mengatur kembali penggunaan seragam sekolah setiap hari mulai Senin sampai Sabtu.

Di antaranya Hari Senin menggunakan kemeja putih dan celana atau rok merah untuk SD serta biru untuk SMP.

Hari Selasa tetap pakaian Pramuka, Rabu memakai kemeja putih, celana atau rok warna hitam.

Kemudian pada Kamis memakai batik Lebah Begayut, Jumat pakaian Melayu lengkap, dan Sabtu seragam olahraga.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved