Breaking News:

Lawan Covid 19

PB IDI Peringatkan Gelombang Ketiga Covid-19, Tenaga Kesehatan Diminta Waspada

PB IDI memperingatkan akan terjadinya gelombang ketiga Covid-19 yang diperkirakan akan terjadi pada akhir tahun 2021.

Editor: Rinal Maradjo
SHUTTERSTOCK/ELDAR NURKOVIC
Ilustrasi tenaga kesehatan (nakes), tenaga medis, pekerja medis. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Gelombang ketiga Covid-19 diperkirakan akan terjadi pada akhir tahun 2021.

Perkiraan itu disampaikan oleh Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) terpilih, Adib Khumaidi dalam dialog produktif FMB9, ‘Prokes Dilanggar Semua Rugi’, Selasa (2/11/2021).

Ia menyebutkan, kasus Covid-19 di dalam negeri memang cenderung menurun namun ia menegaskan tidak menutup kemungkinan kasus kembali naik karena adanya penurunan level PPKM.

“Kalau saya sebut ini adalah fase relaksasi,” kata Adib

Ia mengatakan situasi pandemi di Indonesia memang terkesan melandai akan tetapi situasi pandemi juga berhubungan dengan situasi yang ada di luar Indonesia.

Karena di luar negeri masih ada kenaikan kasus seperti di Singapura, China, maupun Eropa.

Menyikapi, kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 di penghujung tahun ini, Adib meminta para tenaga medis atau tenaga kesehatan (Nakes) mempersiapkan diri.

Ketua PB IDI itu mengatakan gelombang covid-19 di bulan Juli adalah kondisi yang menakutkan.

Bahkan kematian dokter saat itu mencapai 216 orang selama satu bulan di bulan Juli.

Hal ini yang menjadi konsen pihaknya agar masyarakat maupun pemerintah tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan karena akan sangat merugikan.

Ia juga meminta Nakes memulihkan tenaga di masa relaksasi untuk bersiap menghadapi lonjakan kasus meskipun ia berharap hal ini tidak sampai terjadi.

Ketua PB IDI juga meminta Nakes untuk menjaga ketahanan mental.

“Menjadi sangat penting untuk kita kedepan. Kami selalu sampaikan kepada teman-teman tenaga medis dan tenaga kesehatan, kalau saat ini fase relaksasi buat teman-teman. Pulihkan tenaga, bersiap kalau ada kenaikan kasus. Walaupun kami juga berharap itu tidak terjadi. Tapi kita harus bersiap. Yang paling penting adalah menjaga ketahanan mental dari teman-teman tenaga medis dan tenaga Kesehatan,” ujarnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved