Breaking News:

Berita Pelalawan

Sejumlah Titik Banjir Pangkalan Kerinci Makin Parah, Sungai Kerinci Meluap

Beberapa titik banjir di Pangkalan Kerinci makin parah pada Rabu (3/11/2021) pagi akibat hujan lebat dan Sungai Kerinci meluap.

Penulis: johanes | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Banjir merendam akses jalan ke Desa Kuala Terusan dan Komplek Perkantoran Bhakti Praja Pemkab Pelalawan akibat meluapnya Sungai Kerinci, Rabu (3/11/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Beberapa titik banjir di Pangkalan Kerinci makin parah pada Rabu (3/11/2021) pagi akibat hujan lebat dan Sungai Kerinci meluap.

Hujan lebat kembali melanda Kabupaten Pelalawan dan sekitarnya, termasuk Kecamatan Pangkalan Kerinci pada Selasa (2/11/2021) malam lalu.

Bahkan banjir yang merendam beberapa lokasi di Ibukota Pelalawan ini semakin parah.

Ketinggian air meningkat dibanding sebelumnya serta rumah maupun Fasilitas Umum (Fasum) yang terdampak banjir bertambah banyak.

Mulai dari beberapa ruas jalan, perumahan, bangunan sekolah, hingga pemukiman warga.

Tentu kondisi ini semakin menyulitkan masyarakat untuk beraktivitas karena terhalang genangan air yang kian parah.

Pantauan tribunpekanbaru.com, ruas jalan di komplek perkantoran yang sebelumnya telah tergenang air semakin tinggi dan luas.

Genangan air juga terpantau di beberapa titik di sepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kota Pangkalan Kerinci sampai ke arah Jembatan Kerinci.

Beberapa perumahan yang berada di daerah rendah kembali tergenang dengan kondisi yang memperihatinkan.

Demikian juga akses menuju Desa Kuala Terusan atau Tanjung Putus dan komplek Bhakti Praja juga tergenang air setinggi lutut orang dewasa akibat meluapnya Sungai Kerinci.

Warga dan pegawai yang melintas terpaksa menerobos genangan air untuk bisa sampai ke kantornya.

"Air berasal dari Sungai Kerinci yang sudah banjir sampai ke jalan. Memang setiap tahun seperti ini kondisinya," terang seorang warga, Syaipul, yang nekat menerobos banjir, Rabu (3/11/2021).

Ia menyebutkan, genangan air kali ini merupakan yang tertinggi dalam dua pekan terakhir.

Akibat curah hujan yang meningkat hingga air meluber sampai menutupi jalan.

Beberapa pengendara mobil sampai kehilangan plat nomornya karena tanggal saat menerobos banjir.

Mereka terpaksa menyusuri genangan air dengan berjalan kaki untuk mencari plat nomor polisi mobilnya yang terjatuh.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Rudianto menyampaikan, jumlah titik banjir di Pangkalan Kerinci terus bertambah seiring dengan semakin tingginya curah hujan.

Bahkan daerah yang sebelumnya sudah banjir semakin terkepung air dengan ketinggian beragam.

"Ini memang murni karena curah hujan. Seperti Sungai Kerinci yang meluap akibat curah hujan tinggi," tandas Rudianto.

Sedangkan kondisi Sungai Kampar dan sungai-sungai besar lainnya masih dalam batas normal. Volume permukaan sungai masih aman dan kiriman air dari hulu juga belum signifikan.

Genangan air timbul karena tidak maksimalnya proses pembuangan air pada drainase atau parit yang ada. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved