Breaking News:

Lawan Covid 19

Waspada Peningkatan Covid-19 di Akhir Tahun, Mobilitas Orang Diperkirakan Meningkat

Mobilitas masyarakat di masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 diperkirakan melonjak. Lonjakan itu dikhawatirkan berdampak pada penyebaran Covid-19

Editor: Rinal Maradjo
tribunpekanbaru/fernando
Masyarakat padati Pantai Koneng, Kota Dumai, Minggu (31/12/2017) kemarin. Mereka memadati pantai pada musim liburan akhir tahun 2017 lalu. Pada akhir tahun ini, mobilitas orang diperkirakan kembali meningkat 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Mobilitas masyarakat di masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 diperkirakan akan melonjak.

Diprediksi sekitar 19 juta orang akan hilir mudik pada periode tersebut.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Ginting mengatakan, mengantisipasi pengaruh peningkatan kasus Covid-19 seiring dengan meningkatnya mobilitas orang,

Maka pemerintah tengah menyusun aturan terkait cuti, libur, serta pembatasan mobilitas masyarakat, agar lonjakan mobilitas tersebut tidak terjadi.

"Satgas bekerjasama dengan Kementerian-Lembaga dan ikut berkoordinasi bersama-sama. Sebagai contoh, memangkas cuti bersama di 24 Desember dan menjaga mobilitas masyarakat agar tidak terjadi kerumunan," ucap Ginting dalam acara Diskusi Produktif, Rabu (3/11/2021).

"Kebijakan ini akan terus menerus kita sampaikan ke masyarakat. Kalau tidak disampaikan, mungkin lebih 19 juta orang akan hilir mudik untuk menikmati libur Natal dan Tahun Baru," sambungnya.

Lonjakan mobilitas di akhir tahun ini diprediksi bakal lebih besar dibandingkan dengan libur Natal dan Tahun Baru sebelumnya.

Pasalnya, masyarakat sekarang ini sudah cukup percaya diri dalam melakukan aktivitas di luar rumah, pasca turunnya kasus aktif Covid-19 serta sudah mulai tingginya tingkat vaksinasi di Indonesia.

Untuk itu, lanjut Ginting, diperlukan regulasi-regulasi baru untuk menahan laju mobilitas masyarakat.

"Dengan adanya pemulihan ekonomi, sosial, kesehatan sosial, mobilitas masyarakat juga (ikut) meningkat. Kalau mobilitas masyarakat tinggi ya harus ada yang menahan, dan rem-nya ini adalah regulasi," ujar Ginting.

"Jangan euforia menaklukan kepatuhan dan kewaspadaan kita," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved