Breaking News:

Pekerja Kopsa-M Sujud Syukur Gaji Ditalangi PTPN V

Puluhan pekerja koperasi sawit makmur (Kopsa-M) yang terlantar dan tidak lagi memperoleh haknya selama lebih kurang tiga bulan terakhir sujud syukur

Editor: Ilham Yafiz
ISTIMEWA
Ibu-ibu pekerja Kopsa M melakukan sujud syukur sesaat setelah menerima gaji yang berasal dari dana talangan PTPN V, Rabu malam (3/11). Selama 3 bulan mereka tidak dapat memperoleh haknya karena pengurus Ketua Kopsa M versi Anthony Hamzah tidak menandatangani cek bilyet pencairan gaji pekerja dan petani. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Puluhan pekerja koperasi sawit makmur (Kopsa-M) yang terlantar dan tidak lagi memperoleh haknya selama lebih kurang tiga bulan terakhir sujud syukur usai menerima gaji mereka yang berasal dari bantuan talangan PT Perkebunan Nusantara V. Perusahaan perkebunan milik negara tersebut memutuskan menyalurkan dana talangan tahap pertama sebesar Rp233,7 juta secara langsung kepada kurang lebih 45 petani dan pekerja Kopsa-M. 

"Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Sudah hampir tiga bulan kami hidup dalam serba kekurangan dan terpaksa hutang kiri kanan," kata A Budi T alias Widar (58) sesaat usai menerima haknya di Balai Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (4/11/2021).

Bapak tiga anak yang juga merupakan kepala rombongan dari 25 pemanen itu mengatakan selama beberapa waktu terakhir dia terpaksa harus memutus urat malu, menebalkan wajah, dan tak jarang mengencangkan ikat pinggang karena nyaris tiap hari berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Sementara, gaji sebagai pekerja yang menjadi hak dan sumber pendapatan satu-satunya tak kunjung datang. Dia mengatakan para pengurus satu persatu menghilang, termasuk Anthony Hamzah, yang masih mengaku sebagai ketua, enyah entah kemana. 

"Yang utama untuk beli beras dan susu anak, saya harus hutang keliling pinggang. Menangis teriris hati ini dengan kondisi yang serba sulit," ujarnya lirih.

Untuk itu, dia sangat bersyukur PTPN V memutuskan untuk memberikan bantuan gaji yang berasal dari dana talangan. Menurut dia, bantuan itu sangat berarti bagi puluhan koleganya yang bernasib serupa.

"Terimakasih kepada Manajemen PTPN V, juga kepada Kepala Desa dan Pengurus Kopsa-M RALB (Rapat Anggota Luar Biasa). Hanya Tuhan yang bisa membalasnya," ucap Widar haru disambut sujud syukur dari para pekerja Kopsa-M lainnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Pangkalan Baru Yusry Erwin menceritakan bahwa dirinya telah menerima laporan dari pekerja dan petani Kopsa-M terkait gaji mereka yang tidak kunjung dibayarkan sejak bulan Agustus 2021. Ini bermula akibat munculnya dualisme kepengurusan Koperasi. Untuk itu pada tanggal 23 September lalu, Pemerintah Desa Pangkalan Baru mengundang dan memfasilitasi pertemuan antara pengurus, petani dan pekerja Kopsa-M dengan PTPN V.

"Kami undang semua pihak terkait untuk bermediasi. PTPN V datang, petani dan pekerja datang, perwakilan pengurus Kopsa-M versi RALB datang, tapi kepengurusan Anthony Hamzah tidak hadir," kisah Yusry.

Lebih jauh ia menyebutkan, pada pertemuan itu terungkap fakta bahwa gaji petani dan pekerja tidak disimpan di rekening milik Perusahaan melainkan berada di rekening bersama (escrow account) antara Kopsa-M dan PTPN V.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved