Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Tahun Depan Anggaran Banjir Rp 13 Miliar, Anggota DPRD Pekanbaru Sarankan Ini ke Pemko

Anggaran penanganan banjir di Kota Pekanbaru tahun 2022, ternyata tidak terlalu fantastis, anggota DPRD Pekanbaru pun memberi saran.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM/FERNANDO SIKUMBANG
Anggaran penanganan banjir di Kota Pekanbaru tahun 2022, ternyata tidak terlalu fantastis, anggota DPRD Pekanbaru pun memberi saran. FOTO: Masyarakat di Perumahan Harapan Indah, Jalan Cengkeh, Kota Pekanbaru terpaksa meninggalkan rumah untuk sementara karena rumah digenangi banjir, Senin (1/11/2021). Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -  Anggaran penanganan banjir di Kota Pekanbaru tahun 2022, ternyata tidak terlalu fantastis, anggota DPRD Pekanbaru pun memberi saran.

Dari ratusan titik banjir, plus pelaksanaan masterplan banjir, tahun depan, pemerintah hanya menyiapkan anggaran penanganan banjir ini Rp 13 miliar.

Nilai ini tentunya jauh dari ekspektasi banyak pihak, untuk mengatasi masalah banjir. Harusnya, anggaran yang disiapkan porsinya harus lebih besar, ketimbang kegiatan lainnya.

Sebab, banjir di Kota Pekanbaru sudah terlalu lama terjadi, dan penanganannya setiap tahun seperti jalan di tempat.

Persoalan ini kembali direspon kalangan DPRD Pekanbaru. Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Nurul Ikhsan menyebutkan, anggaran Rp 13 miliar memang sangat tidak cukup untuk mengatasi masalah banjir.

Meski demikian, Pemko tidak boleh stagnan dan hanya mengandalkan nilai anggaran tersebut. Tapi harus cari solusi lain, seperti jemput bola dengan anggaran yang ada di provinsi dan pemerintah pusat.

"Penanganan banjir ini harus benar-benar serius dilakukan. Tidak cukup mengeruk sungai dan membersihkan drainase. Harus ada planning jangka menengah dan jangka panjang," tegas Nurul Ikhsan kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (4/11/2021).

Selain menjemput bola anggaran provinsi dan pusat, Politisi Partai Gerindra ini juga menyarankan, agar Pemko menarik dana CSR, dari beberapa perusahaan yang ada di Kota Pekanbaru.

Namun memakai dana CSR tersebut, jangan sampai bertentangan dengan aturan yang ada.

"Jadi begini, jika memang semua stakeholder terkait komit dan ingin banjir di Kota Pekanbaru tuntas, maka semua lini harus digerakkan. Jika hanya bertumpu pada anggaran Pemko yang kini masih sulit, maka bisa dipastikan tidak akan pernah selesai," tegasnya.

Diakui Nurul, porsi anggaran yang disiapkan Pemko sejak beberapa tahun terakhir, tidak sesuai dengan kondisi ril di lapangan.

"Bisa kita bayangkan, kalau penanganannya ini ini saja setiap tahunnya. Sejauh ini, terlalu banyak teori yang dimunculkan OPD teknis, untuk penanggulangan banjir, namun actionya nihil," tambahnya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved