Senin, 27 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Bapak dan Ibu Wafat Selisih 6 Jam, 4 Adik Beradik Kini Harus Pisah Dirawat Paman dan Bibi

Orangtua kandung, ibu dan bapak mendadak meninggal dalam jarak 6 jam, 4 orang anak yang jadi yatim piatu kini dapat perhatian serta bantuan publik.

Editor: CandraDani
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Komunitas PPA Kota Tasikmalaya bertakziyah ke rumah empat anak yang jadi yatim piatu ditinggal orang tua hampir bersamaan, Jumat (5/11/2021) petang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Empat anak yang tiba-tiba menjadi yatim piatu karena orang tua mereka meninggal hampir bersamaan kini harus hidup terpisah.

Keempat anak itu adalah Muhammad Hadi Azilah Pratama alias Azil (12), Melinda Nurlaili Putri (10), Tazkiya Oktavia Putri Rustandi (3), dan Muhammad Zikra Aditya Pamungkas (8 bulan).

Mereka anak pasangan Dedi Rustandi (39) dan Wahyuning Tyas (32), warga Kampung Cijeruk Girang, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.

Dedi meninggal karena komplikasi, Rabu (27/10/2021) dini hari.

Enam jam kemudian Wahyuningsih menyusul tanpa memiliki riwayat sakit.

Diduga Wahyuningsih kelelahan dan syok atas kepergian sang suami.

Menurut penuturan Dedeh Mudrikah (29), adik kandung Dedi, pihak keluarga menyepakati perawatan anak-anak diserahkan kepada paman dan bibi anak-anak.

Zikra sudah dibawa Kiki (28), adik kandung Wahyuning, ke Jawa Tengah.

Tazkiya dibawa Iis (42), kakak kandung Dedi, ke Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya.

"Azil dan Melinda masih berada di rumah. Namun nantinya akan saya bawa ke rumah saya di Cilamajang, masih di Kawalu," kata Dedeh.

Azil sendiri mengaku mau menerima keadaan harus berpisah dengan dua adiknya.

"Kalau tidak dibawa sama Bibi dan Uwa, kasihan nanti tidak ada yang ngurus. Saya sendiri nanti ikut Bi Dedeh bersama Melinda," ujar Azil.

Azil sebenarnya mengaku sedih, tapi mau bagaimana lagi demi masa depan adik-adiknya.

"Ya, asal nanti bisa bertemu. Satu tahun sekali juga tak apa. Yang penting bisa bertemu," ujar Azil.

Terkait hal itu, Dedeh menandaskan, pihak keluarga sudah tentu akan mengatur pertemuan keempat anak yatim piatu ini untuk melepas rindu.

"Tidak sampai satu tahu sekali, ya, kasihan atuh."

"Pokoknya diatur sesering mungkin, agar kedekatan di antara mereka pun tetap terjaga," kata Dedeh. 

Istri Gubernur Jabar Takziah 

Istri Wakil Gubernur (Wagub) Jabar, Lina Marlina Ruzhan, melakukan takziyah ke rumah empat anak yatim piatu yang ditinggal hampir bersamaan oleh orang tuanya.

Lina tiba di rumah duka di Kampung Cijeruk Girang, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, sekitar pukul 13.00, Kamis (4/11/2021).

Di rumah duka, ternyata yang ada tinggal dua anak yatim piatu. Dua anak lagi sudah dibawa paman dan bibinya untuk dirawat.

Baca juga: 4 Anak yang Yatim Piatu dalam 6 Jam di Tasikmalaya Banyak Dapat Bantuan, Ditawari Jadi Anak Asuh

Yang tinggal di rumah yakni Azil (12) dan adiknya, Melinda (8). Mereka didampingi, Dedeh Kudrikah (29), bibi mereka.

Pada kesempatan tersebut, Lina bersama ketua RW dan RT serta lurah dan camat setempat sempat melaksanakan tahlilan.

Seusai tahlilan, Lina mendengarkan penuturan Dedeh bagaimana kronologi kedua orang tua anak-anak tersebut meninggal dalam waktu hampir bersamaan.

Lina kemudian menasehati Azil dan Melinda agar mereka tetap semangat, karena ternyata masih banyak keluarga yang menyayangi mereka.

Sebelum pamit, Lina memberikan bantuan makanan anak-anak serta uang duka.

"Saya merasa trenyuh melihat nasib keempat anak ini. Tapi takdir tak dapat ditolak, dan mereka masih beruntung memiliki paman dan bibi yang menyayangi mereka," kata Lina.

Lina yang merupakan anggota keluarga besar Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya sempat menawari Azil dan Melinda mesantren di Huda.

"Silakan kalau mereka mau mesantren akan kami terima dengan sebaik-baiknya. Tapi tergantung persetujuan keluarga," ujar Lina.

Orang tua keempat anak yang kini jadi yatim piatu tersebut yakni Dedi Rustandi (39) dan Wahyuning Tyas (32).

Baca juga: Ini Nasib Empat Anak di Tasik yang Tiba-tiba Yatim Piatu karena Orang Tua Meninggal Hampir Bersamaan

Dedi meninggal dunia karena komplikasi, Rabu (27/10) dini hari sekitar pukul 03.00. Sedangkan Wahyuning meninggal pagi harinya pukul 09.00.

Wahyuning tak memiliki riwayat penyakit. Ia meninggal sehabis mengantar jenazah suaminya dimamakamkan.

Saat itu ia duduk bersama keluarga dan menerima tamu yang melakukan takziyah.

Tiba-tiba tubuhnya terkulai dan terbaring di pangkuan salah seorang anggota keluarga. Kepanikan terjadi dan setelah diperiksa ternyata sudah meninggal dunia.

Tamu dan Dermawan Datang Silih Berganti

Tamu dermawan masih terus berdatangan ke rumah empat anak yatim piatu yang ditinggal orang tuanya hampir bersamaan.

Tidak hanya kenalan almarhum dan almarhumah tapi juga perorangan atau komunitas yang hendak memberikan bantuan materi.

Orang tua empat anak itu yakni Dedi Rustandi (39) dan Wahyuning Tyas (32), keduanya meninggal hampir bersamaan, Rabu (27/10/2021).

Keduanya meninggalkan empat anak yang masih kecil, yakni Muhammad Hadi Azilah Pratama alias Azil (12), Melinda Nurlaili Putri (10), Tazkiya Oktavia Putri Rustandi (3), dan Muhammad Zikra Aditya Pamungkas (8 bulan).

Pemantauan Tribunjabar.id di rumah duka, Kampung Cijeruk Girang, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jumat (5/11/2021) petang, tamu masih berdatangan.

Misal ibu-ibu dari komunitas yang menamakan diri Pola Pertolongan Allah (PPA) Kota Tasikmalaya.

"Kami sengaja datang hari Jumat karena punya program Jumat berkah. Kami menyalurkan bantuan yang dihimpun dari anggota," kata Devita, koordinator rombongan.

Pihak keluarga juga petang itu tengah menunggu tamu dari Sulawesi.

"Katanya mau datang setelah waktu jumatan. Kami masih menunggu," ujar Dedeh Mudrikah (29), adik kandung almarhum Dedi.

Sejak Dedi dan istrinya meninggal, Rabu pekan lalu, dan kisah duka ini dishare di TikTok, para tamu dermawan berdatangan, ikut berbelasungkawa dan memberikan bantuan.

Adnan (62), salah seorang kerabat, menuturkan, hingga saat ini setiap hari tamu berdatangan.

"Mereka rata-rata bersimpati dan terharu terhadap nasib keempat anak yang kini yatim piatu," kata Adnan.

Tak sedikit pula yang menawari sekolah gratis. Baik di sekolah umum maupun pesantren.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul MENGHARUKAN, 4 Anak Tasik yang Tiba-tiba Yatim Piatu Ditinggal Orang Tua Kini Harus Hidup Terpisah,  dan Sempat Ikut Tahlilan, Istri Gubernur Jabar Takziyah ke Rumah Empat Anak Yatim Piatu di Tasikmalaya, serta Tamu Terus Berdatangan ke Rumah 4 Anak yang Mendadak Jadi Yatim Piatu, Tawarkan Sekolah Gratis,

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved