Breaking News:

Campur Tangan Amerika atas Taiwan Bikin China Emosi, Keduanya Semakin Tegang

Wang Wenbin menuntut agar AS berhenti membuat komentar tentang Taiwan yang dapat berkontribusi pada “arogansi pasukan separatis.”

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Ilham Yafiz
ANN WANG / POOL / AFP
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen (kanan) menyapa mantan Wakil Menteri Luar Negeri AS Jim Steinberg pada pertemuan di kantor kepresidenan di Taipei pada 15 April 2021 silam. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Hubungan China dengan Amerika Serikat semakin tegang menyusul campur tangan AS di Taiwan.

Kementerian luar negeri China telah membalas AS, menuntut Washington menahan diri dari campur tangan di Taiwan, setelah Jenderal Amerika Mark Milley mengatakan pasukannya mampu mempertahankan negara kepulauan itu dari Beijing.

Dilansir dari Rusia Today, Jumat (5/11/2021), berbicara pada hari Kamis selama konferensi pers harian, juru bicara kementerian luar negeri China Wang Wenbin menuntut agar AS berhenti membuat komentar tentang Taiwan yang dapat berkontribusi pada “arogansi pasukan separatis.”

“Tidak ada yang bisa meremehkan tekad dan keinginan kuat China untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas teritorial. Kami tidak akan pernah mengizinkan siapa pun atau kekuatan apa pun untuk memisahkan Taiwan dari pelukan ibu pertiwi dengan cara apa pun, ” kata juru bicara itu.

Wang meminta AS untuk menghormati kebijakan Satu-China dan memenuhi komitmennya ke Beijing di bawah Komunike Bersama Sino-AS, menambahkan bahwa masalah yang berkaitan dengan Taiwan harus ditangani dengan hati-hati dan benar.

Juru bicara itu menanggapi pertanyaan mengenai komentar yang dibuat oleh Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley, pada hari Rabu. Berbicara di Forum Keamanan Aspen, Milley mengatakan pasukan AS “benar-benar memiliki kemampuan” untuk mempertahankan Taiwan dari China, menambahkan bahwa “tidak ada pertanyaan tentang itu.”

Dia juga mengatakan dia tidak percaya bahwa China akan berusaha untuk menyerang Taiwan dalam waktu dekat. Milley melanjutkan, bagaimanapun, untuk mengatakan bahwa Beijing " jelas " membangun kemampuan militer sehingga para pemimpin masa depannya memiliki pilihan itu.

Pemerintah China telah secara konsisten meminta kekuatan Barat untuk tidak ikut campur dalam urusan yang berkaitan dengan Taiwan, yang dianggapnya sebagai bagian yang tidak dapat dicabut dari China dan berusaha untuk menyatukan kembali pulau itu, bahkan berpotensi dengan kekerasan.

( Tribunpekanbaru.com )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved