Breaking News:

Virus Covid-19 Varian Delta Bermutasi Puluhan Kali di Indonesia, Berbahaya Kah?

Virus Covid-19 varian delta banyak berevolusi di Indonesia, Kementerian Kesehtan mengungkatpkan datanya.

Editor: Ilham Yafiz
Kompas.com
Vaksin (Ilustrasi) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Virus Covid-19 varian delta banyak berevolusi di Indonesia, Kementerian Kesehtan mengungkatpkan datanya.

Di Indonesia telah ditemukan 22 mutasi varian Delta.

"Ada kurang lebih dari B.16.17:2 yang kita kenal sebagai varian Delta sudah punya turunannya 22 yang sudah kita identifikasi di Indonesia," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemkes) Siti Nadia Tarmizi dalam Dialog Produktif Kamis, Kamis (4/11).

Temuan tersebut menjadi kewaspadaan pemerintah mencegah agar tak berkembang lebih lanjut.
Nadia mengatakan, di kota-kota besar khususnya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur melaporkan adanya varian Delta.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan temuan varian Delta terbanyak.

"Yang paling tinggi memang seperti DKI Jakarta itu 1.300 sudah terdeteksi varian Delta, Jawa Tengah itu ada sekitar 300-an Jawa Barat itu ada 700-an varian Delta yang sudah dilaporkan," imbuhnya.

Kewaspadaan tak hanya dilakukan di kota-kota besar yang ditemukan varian Delta. Nadia menyebut, kota dan daerah lainnya juga tetap diantisipasi munculnya varian Delta ataupun mutasi varian Delta.

Maka itu, pemerintah terus menggencarkan displin protokol kesehatan meski kini angka positivity rate di Indonesia sudah berada di bawah 1%.

Pemerintah juga mendorong daerah-daerah di luar Jawa dan Bali untuk menerapkan PeduliLindungi untuk memperkuat protokol kesehatan.

"Seperti di tempat pariwisata di tempat tempat penginapan atau hotel penerapan PeduliLindungi menjadi salah satu keharusan. Karena dengan ini kita bisa mendeteksi sebenarnya orang yang positif Covid-19 tapi tidak bergejala atau orang yang kontak erat yang seharusnya tidak berada di tempat publik itu bisa dicegah untuk melakukan aktivitas di tempat publik," ujar Nadia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved