Breaking News:

Lawan Covid 19

Cegah Virus Covid-19 AY.4.2, Pemerintah Perketat Aturan Perjalanan Internasional

Varian baru virus corona termasuk AY.4.2 berkembang di sejumlah negara. Pemerintah pun memperketat aturan perjalanan internasional

Editor: Rinal Maradjo
Tribunnews/Jeprima
Aktivitas penumpang saat berada di area Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Pemerintah mulai memberlakukan pengetatan bagi pelaku perjalanan internasional 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Varian baru virus corona termasuk AY.4.2 berkembang di sejumlah negara. Varian ini membuat kasus Covid-19 kembali melonjak.

Mengantisipasi penyebaran virus corona termasuk AY.4.2 ke Indonesia, pemerintah pun memperketat aturan bagi pelaku perjalanan Internasional.

"Harus lebih ketat pada pelaku perjalanan luar negeri. Jadi itulah upaya-upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah varian-varian baru Covid-19 masuk ke Indonesia," ujar Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane  dalam diskusi FMB9 yang disiarkan virtual, Kamis (4/11/2021).

Saat ini, sejumlah negara di Eropa dan Asia sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang cukup tinggi.

Negara-negara itu antara lain,  Singapura, Inggris, Rusia maupun sejumlah negara di Eropa.

Pemerintah diharapkan memperbanyak Whole Genome Sequencing yang dilakukan pada pelaku-pelaku perjalanan terutama dari negara-negara yang sedang terinfeksi berat.

"Kalau kita lihat Singapura, Inggris bagian besar Eropa termasuk Rusia itu merupakan wilayah-wilayah yang harus mendapatkan perhatian khusus," ungkap Masdalina.

Masdalina berharap upaya cegah tangkal ini dapat memutus rantai penyebaran varian baru virus corona termasuk AY.4.2.

"Bagaimana varian-varian baru ini tidak masuk antar negara maka yang harus dilakukan untuk menjaga pintu-pintu masuk kita dengan prosedur yang saat ini dilakukan yaitu 3 kali testing, satu kali tes di negara asal, kemudian dua kali entry dan exit di Indonesia, tetapi diantaranya ada masa karantina itu yang terpenting," jelasnya.

Diketahui, pemerintah memperbarui aturan karantina bagi pelaku perjalanan internasional.

WNA dan WNI dari luar negeri diwajibkan menjalani karantina selama 5 x 24 jam bagi pelaku perjalanan internasional yang baru menerima vaksin dosis pertama atau selama 3 x 24 jam bagi pelaku perjalanan internasional yang sudah menerima vaksin dosis lengkap.

Varian AY.4.2 Belum Ada di Indonesia

Varian AY.4.2 yang disebut-sebut sebagai turuan varian Delta ini belum terdeteksi di Indonesia.

Menurutnya, baik varian Delta maupun Delta Plus memiliki reproduktif number yang lebih tinggi dibanding varian-varian lainnya antara 6 sampai dengan 8.

"Jadi salah satu kasus itu bisa menularkan ke 6 sampai 8 orang dan bisa menyebar dengan cepat," ujarnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved