Breaking News:

Berita Rohul

Dishub Rohul Lakukan Razia Kendaraan Odol, 113 Truk Kena Tilang

Dishub Rohul melakukan razia kendaraan ODOL yang melintas di daerah itu, dan sebanyak 113 kendaraan kena tilang.

Penulis: Syahrul | Editor: Ariestia
Istimewa
Dishub Rohul melakukan razia kendaraan ODOL yang melintas di daerah itu, dan sebanyak 113 kendaraan kena tilang, Rabu (4/11/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Dishub Rohul melakukan razia kendaraan ODOL yang melintas di daerah itu, dan sebanyak 113 kendaraan kena tilang, Rabu (4/11/2021).

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bersama Tim Penegakan Hukum (Gakkum) dari Provinsi Riau melakukan Pengawasan Bersama dalam operasi razia Kendaraan ODOL (Over Dimension Over Load) selama 3 hari di 3 Kecamatan di Kabupaten Rohul.

Dari Operasi kendaraan ODOL selama 3 hari tersebut, tim gabungan memberikan sanksi tilang kepada 113 Kendaraan.

Dari 3 Kecamatan tersebut tim gabungan melakukan razia di Jalan Lingkar Boter, Kecamatan Rambah, Rabu (4/11/2021).

Kemudian di Kecamatan Rambah Hilir di Pusatkan di Depan Rumah Makan Haji Alung, Kamis (4/11/2021). Terakhir dilaksanakan di Simpang TB, Kecamatan Tandun, Jum’at (5/11/2021).

Plt Kadishub Rohul Minarli Ismail SP mengaku Operasi Gakkum pengawasan bersama terutama razia Kendaraan ODOL yang dilaksanakan selama 3 hari Kabupaten Rokan Hulu.

“Dari Operasi Gakkum Pengawasan bersama selama tiga hari, sebanyak 113 Kendaraan kita tilang, yang menjadi fokus kita kendaraan ODOL yang melebih muatan dan kapasitas, kemudian kendaraan yang tidak memiliki kelangkapan dokumen kendaraan,” kata Minarli, Minggu (7/11).

Minarli juga mengucapkan terima kasih kepada Kadishub Provinsi Riau, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV Riau-Kepri, Satlantas Polda Riau, Puspom TNI, Korwas PPNS Diskrimsus Polda Riau, karena memilih Rokan Hulu sebagai tempat pengawasan bersama selama 3 hari.

Diakuinya, Operasi Pengawasan bersama ini sangat penting untuk meminimalisir terjadinya kerusakan jalan lintas Provinsi di Kabupaten Rokan Hulu yang diakibatkan kendaraan bertonase tinggi.

“Operasi Pengawasan bersama ini untuk meminimalisir kendaraan bermuatan berat, karena kendaraan ODOL ini sangat merugikan bagi daerah kita, karena Rohul mempunyai panjang jalan Provinsi 565 KM dan Jalan Kabupaten 2.400 KM, tentu setiap hari dilewati oleh mobil-mobil yang bermuatan berat untuk mengangkut CPO dan Produksi lainnya di Rohul,” terang Minarli.

Ia menjelaskan sanksi tilang yang diberikan kepada pelanggar sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2019 Lalulintas dan Angkutan Jalan dan PP Nomor 37 tentang Keselamatan Jalan serta PP Nomor 55 tahun 2012 tentang Kendaraan Bermotor.

“Jadi bagi pelanggar dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku, mulai dari sanksi ringan, sanksi tilang bahkan jika nanti ditemukan kesalahan yang sangat fatal masuk proses penyidikan. Tapi saat sekarang ini kita lakukan secara persuasif, bagi pelanggar kita terapkan pasal-pasal Tipiring,” jelasnya.

Minarli berharap melalui Operasi Gakkum Pegawasan bersama ini meningkatkan kesadaran bagi sopir maupun pemilik kendaraan untuk menyadari pentingnya keselamatan dan kelayakan kendaraan, karena kerusakan jalan ini berkaitan erat dengan kendaraan bertonase tinggi, jika ditemukan kendaraan diluar batas ketentuan SRUT (Surat Registrasi Uji Tipe).

“Jika aturan itu dilanggar sangat mempengaruhi jalan, apabila diluar dari itu akan mempengaruhi dan menimbulkan kerusakan jalan, tidak sebanding apa yang didapatkan daerah dengan apa yang dilakukan diakibatkan oleh kendaraan bertonase tinggi,” tandasnya. (Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved