Breaking News:

Berita Dumai

Pasang Keling di Dumai Masih Tinggi, Pedagang Mulai Merugi

Pasang keling di Dumai atau banjir rob, masih tinggi meski sudah melanda sejak Kamis (4/11/2021).

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Pasang keling masih merendam Jalan Cempedak sejumlah warung terlihat tutup 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Pasang keling di Dumai atau banjir rob, masih tinggi meski sudah melanda sejak Kamis (4/11/2021).

Saat ini Minggu (7/11/2021) sejumlah titik di Dumai masih terendam..

Terpantau sejumlah ruas jalan, dan rumah di Kecamatan Dumai Kota, kembali terendam banjir rob.

Bahkan di sejumlah jalan seperti Jalan Sultan Hasanudin Dumai semakin parah.

Terlihat Air juga merendam sejumlah ruas Jalan Protokol, seperti jalan Sultan Syarif Kasim, bahkan air juga merendam Jalan Cempedak, jalan Jeruk serta sejumlah gang di jalan tersebut membuat para pengusaha harus merugi, karena harus menutup warungnya akibat banjir rob.

Robert warga Dumai Kota, yang memiliki usaha kedai Kopi di Jalan Cempedak harus merugi karena sudah tiga hari menutup kedainya.

"Jalan Cempedak ini bisa dibilang yang terparah Bang, sepanjang Jalan Cempedak ini tergenang banjir seperti sungai, jadi tak ada masyarakat yang lewat ke sini bang," katanya.

Dirinya ‎mengaku, berharap kepada pemerintah untuk memikirkan bencana banjir ini, karena air cepat naik namun sangat lambat surutnya, sehingga jalan Cempedak masih tergenang meskipun kondisi sudah surut.

"Rugi lah Bang, sudah tiga hari kami tutup, semoga fenomena alam ini cepat berakhir," imbuhnya.

Sementara, Adi warga ‎kecamatan Dumai Kota, mengaku, bahwa pasang keling hari ini (Minggu) masih tinggi, dan masih masuk kedalam rumah.

"Masih tinggi bang karena air sudah masuk ke dalam rumah dengan ketinggian sekitar 60 cm," sebutnya.

Dirinya mengaku, akibat pasang keling ini, Ia harus meletakan barang barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi, agar tidak terkena air laut.

Sementara, Plt Kepala pelaksana (Kalaksa) Badan penanggulan bencana daerah (BPBD) Dumai, Amrizal Anara mengaku, bahwa pada Minggu, banjir rob bisa dikatakan masih tinggi dari yang sebelumnya.

‎Dirinya mengimbau kepada masyarakat di sekitar pesisir ataupun didaerah Rimba Sekampung waspada dan siaga terhadap dampak pasang air laut maksimum.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk waspada, dan jika membutuhkan pertolongan ‎bisa berkoordinasi dengan lurah dan camat, selanjutnya kita akan turun. Kita juga sudah memantau memang pasang keling hari ini sangat tinggi," pungkasnya.

Pantauan di lapangan, sejumlah pedagang di Jalan Cempedak dan jeruk, bahkan ombak terpaksa harus menurup warungnya, dan meletakan kursi di tengah jalan menandakan, agar pengendara untuk tidak berkecepatan tinggi saat melintas. (Tribunpekanbaru.com/Donny Kusuma Putra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved