Breaking News:

Berita Pelalawan

Genangan Air di Pangkalan Kerinci Surut Total Namun BPBD Pelalawan Ingatkan Warga Tetap Waspada

Genangan air yang di sejumlah wilayah di Kota Pangkalan Kerinci sudah mulai surut. Namun BPBD Pelalawan tetap mengingatkan warga untuk tetap waspada.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Jalan Sultan Syarif Hasyim Kota Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan terendam banjir akibat luapan Sungai Kerinci, Kamis (4/11/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan sejak dua pekan lalu telah surut secara total, Selasa (9/11/2021), tinggal menyisakan genangan kecil saja.

Kondisi ini dipengaruhi oleh curah hujan yang turun secara drastis dibanding dua pekan lalu. Intensitas hujan berkurang signifikan sehingga genangan air yang sebelumnya timbul di perumahan, ruas jalan, pemukiman, hingga fasilitas umum lainnya semakin kering.

Ditambah lagi dengan luapan Sungai Kerinci yang telah surut dan kembali ke batas normal.

"Hampir semua genangan air sudah kering. Tinggal sedikit lagi yang kecil-kecil. Intinya memang curah hujan. Itu permasalahan utama," beber Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Rudianto, kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (9/11/2022).

Baca juga: Banjir di Pangkalan Kerinci Mulai Surut, BPBD Pelalawan Buka Tenda Darurat dari 3 Lokasi

Baca juga: VIDEO: Sungai Kerinci Meluap, Rumah Hingga Jalan Terendam Banjir di Pelalawan

Rudianto menyebutkan, selama lima hari terakhir curah hujan sangat minim, meskipun hampir setiap hari ada potensi hujan berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Namun pengaruh hujan dengan intensitas ringan tidak terlalu besar sehingga tak memperparah banjir yang ada.

Namun berdasarkan pantauan BPBD, Tinggi Muka Air (TMA) di Sungai-sungai besar di Pelalawan terus meningkat meskipun sedikit, berdasarkan pengukuran level air.

Tetapi kondisinya masih berada pada batas normal ataupun belum signifikan.

Peningkatan level air ini diprediksi karena curah hujan pada bagian hulu Sungai Kampar dan Sungai Nilo masih tinggi, sehingga buangan air terus bertambah.

Baca juga: Dua Kabupaten di Riau Sudah Status Siaga Banjir, Kapan Tingkat Provinsi?

Baca juga: Ruas Jalan yang Terendam Banjir di Pangkalan Kerinci Belum Ditutup, Ini kata Dishub Pelalawan

"Kita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap banjir. Apalagi kita sudah menetapkan status siaga darurat banjir dan longsor" beber Rudianto.

Di sisi lain, masyarakat yang berada pada kawasan yang menjadi langganan banjir biasanya telah mempersiapkan diri.

Pasalnya, curah hujan bakal terus meningkat sampai Bulan Desember mendatang Seperti membuat panggung di dalam rumah untuk tempat perkakas, barang-barang, dan benda elektronik saat banjir melanda.

Warga yang tinggal di bantaran sungai sudah sadar betul dengan langkah antisipasi tersebut. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved