Breaking News:

Program School Improvement Maksimalkan Proses Belajar Mengajar

PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengadakan Training of Trainer (TOT) Modul III Bagi Fasilitator Daerah Program School Improvement

Editor: Ilham Yafiz
ISTIMEWA
Suasana ToT School Improvement untuk para guru untuk menghasilkan siswa yang unggul dan berdaya saing. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Begitu pesatnya perkembangan dunia pendidikan, juga harus diikuti oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga menghasilkan siswa yang unggul dan berdaya saing.

Hal tersebut yang melatarbelakangi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengadakan Training of Trainer (TOT) Modul III Bagi Fasilitator Daerah Program School Improvement di Grand Hotel, Pangkalan Kerinci, Rabu (3/11).

Kegiatan ini mendapat apresiasi yang baik dari Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pelalawan, Abubakar. Menurutnya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para pengawas sekolah, kepala sekolah dan guru supaya lebih maksimal dalam proses belajar mengajar. 

“Jika tenaga pendidik kita inovatif dan kreatif, siswa akan meneladani sifat mereka sehingga bisa menghasilkan siswa yang berkualitas,” kata Abubakar.

Head Community Development PT RAPP, Hasto Teguh Kuncoro mengatakan program itu ditujukan bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang berada di lima wilayah, yakni Pelalawan, Kampar, Siak, Meranti, dan Kuantan Singingi (Kuansing).

TOT Modul III ini merupakan periode pertama dengan waktu tiga tahun, dari tahun 2018-2020, dimana tahun 2020 untuk Modul III diundur tahun 2021 karena pandemi.

“Di periode pertama, Kabupaten Pelalawan mengikutsertakan 13 fasilitator daerah, 3 kepala sekolah dan 2 guru. Untuk sekolahnya ada 18 sekolah tapi nanti di periode kedua ada 33 sekolah tambahan sehingga menjadi 51 sekolah yang akan mengikuti kegiatan ini," katanya.

Dijelaskan Hasto, TOT Modul III ini berkaitan dengan manajemen berbasis sekolah. Artinya, materinya berkaitan dengan kepemimpinan pengawas dan kepala sekolah sedangkan untuk guru lebih ditekankan pada proses belajar mengajar. Ini agar proses belajar mengajar selain lebih menarik juga interaktif.

"Materi yang diajarkan ini terlepas dari apakah dengan proses belajar daring/luring atau pun dengan tatap muka langsung karena yang terpenting adalah bagaimana proses belajar mengajar itu menjadi lebih menarik," katanya. (adv)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved