Selasa, 28 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Wabah Flu Burung Melanda Eropa di Tengah Covid-19 yang Belum usai

Dilansir dari Rusia Today, Selasa (9/11/2021), wabah Flu Burung juga dikonfirmasi di Inggris pada hari Senin.

Penulis: Hendri Gusmulyadi | Editor: Ilham Yafiz
PTI via Capture India Today
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Flu Burung H5N1 menyerang Eropa, wabah flu burung muncul di peternakan unggas Polandia.

Wabah ini memengaruhi lebih dari setengah juta unggas, kata pejabat kesehatan hewan.

Dilansir dari Rusia Today, Selasa (9/11/2021), wabah Flu Burung juga dikonfirmasi di Inggris pada hari Senin.

Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) mengungkapkan wabah Polandia pada hari Senin, mengatakan bahwa lima didokumentasikan di bagian timur negara itu saja.

Empat di antaranya terjadi di fasilitas penggemukan kalkun, dan satu di peternakan ayam broiler.

Sementara itu di Polandia barat, wabah lain ditemukan di peternakan kalkun dan angsa.

Hampir 650.000 unggas di peternakan negara itu telah terkontaminasi dengan flu burung yang sangat patogen, kata OIE.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kepala Inspektorat Hewan Polandia pada hari Sabtu, badan tersebut mengatakan bahwa mereka menerapkan langkah-langkah pengendalian penyakit di peternakan yang menderita wabah flu burung.

Tindakan ini dapat mencakup membunuh hewan yang terinfeksi, membersihkan secara mendalam dan mendisinfeksi area yang terkontaminasi, dan menetapkan zona infeksi yang ditentukan.

Warsawa tidak sendirian menghadapi wabah flu burung. Zona perlindungan 3 km, serta radius 10 km untuk tujuan pengawasan, didirikan pada hari Senin di wilayah Inggris Warwickshire, menyusul wabah strain influenza mematikan di unit unggas kecil.

Pemilik unggas di zona ini akan diminta untuk mencatat rincian setiap pengunjung, untuk menghentikan penyebaran strain yang sangat menular. Sementara itu, setiap pemilik di lingkungan 3km harus mengisolasi burung mereka.

H5N1 diperkirakan memiliki tingkat kematian sekitar 53% pada manusia yang tertular penyakit setelah kontak dengan unggas yang terinfeksi. Antara 2003 dan Oktober 2021, 863 infeksi H5N1 pada manusia telah tercatat secara global, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia , dengan 456 di antaranya terbukti fatal.

( Tribunpekanbaru.com )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved