Breaking News:

Berita Inhu

Anak Perusahaan Samsung di Inhu Divonis PN Rengat Bersalah Cemari Lingkungan, Didenda Rp 8 Miliar

Anak perusahaan Samsung PT Gandaerah Hendana divonis bersalah mencemari lingkuan oleh PN Rengat, Rabu (10/11) dan dikenakan denda Rp 8 Miliar.

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru/Bynton
PN Rembat menggelar sidang perkara kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di areal HGU PT Gandaerah Hendana, Rabu (10/11/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Pengadilan Negeri (PN) Rengat memutus bersalah PT Gandaerah Hendana karena telah melakukan pencemaran lingkungan.

Dalam putusan tersebut perusahaan asing tersebut dinyatakan bersalah karena telah melakukan pembiaran terhadap kebakaran lahan dan hutan di dalam areal Hak Guna Usaha (HGU) sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem gambut.

Sidang yang digelar Rabu (10/11/2021) itu di pimpin oleh Hakim Ketua, Nora Gaberia Pasaribu dan dua Hakim anggota, Debora Maharani Manulang dan Moch Adib Zain.

Dalam putusannya, perusahaan tersebut dinyatakan bersalah melanggar Undang-undang 32 tahun 2009 tentang Pengendalian dan Perlindungan Lingkungan Hidup.

Oleh karena itu, perusahaan perkebunan kelapa sawit dikenakan pidana denda sebesar Rp 8 Miliar ditambah dengan biaya pidana tambahan sebesar Rp 200 Miliar lebih.

Perusahaan asing yang masuk dalam grup Samsung tersebut terbukti melakukan pembiaran terhadap kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di dalam areal HGU mereka pada September 2019 lalu.

Berdasarkan hasil perhitungan ahli, total luas lahan yang terbakar mencapai 580 hektar yang berlokasi di Desa Seko Lubik Tigo (Seluti) , Kecamatan Lirik, Kabupaten Inhu.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi api tersebut baru padam ketika hujan lebat turun tepatnya pada 24 September 2019, setelah hampir 21 hari api berkobar menghanguskan ratusan hektar lahan gambut tersebut.

Putusan tersebut didengar langsung oleh Direktur Utama PT Gandaerah Hendana, Jeong Seok Kang.

Atas putusan tersebut, kuasa hukum pihak perusahaan masih menyatakan pikir-pikir.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved