Breaking News:

Bantah Kriminalisasi, Petani Kopsa-M Kirim Surat Terbuka Kepada Presiden Jokowi

Ratusan petani dan pekerja yang tergabung dalam Koperasi Sawit Makmur (Kopsa-M)  mengirimkan surat terbuka kepada Presiden

Editor: Ilham Yafiz
ISTIMEWA
Petani dan pekerja Kopsa-M membacakan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo. Dalam surat terbuka tersebut, mereka membantah telah menjadi korban kriminalisasi. Justru, mereka menjadi korban akibat ulah oknum ketua pengurus Kopsa-M kubu kepengurusan lama, Anthony Hamzah, yang menjadikan petani dan pekerja sebagai objek. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ratusan petani dan pekerja yang tergabung dalam Koperasi Sawit Makmur (Kopsa-M)  mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo.

Langkah ini dilakukan usai berhembus isu kriminalisasi petani anggota koperasi yang berlokasi di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau tersebut oleh aparat kepolisian. 

Isu itu berhembus pasca penangkapan terduga pelaku pencurian 8 ton sawit dari lahan Kopsa-M. Sejumlah orang jadi tersangka, yang kemudian disebut oleh Anthony Hamzah dan para pengacaranya sebagai kriminalisasi. 

Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) turut menghembuskan isu ini ke Bareskrim Mabes Polri, DPR hingga lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK). Mereka menyatakan ada ratusan petani sawit yang akan diproses. 

Dengan tegas, ratusan petani dan pekerja membantah langsung tudingan tersebut dalam secarik kertas berisi surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Bertempat di Balai Desa Pangkalan Baru, mereka meminta pihak-pihak yang menghembuskan isu kriminalisasi agar datang langsung ke kampung mereka untuk melihat kondisi sebenarnya. 

"Kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya, di tengah kesibukan bapak terdengar desas-desus seolah ada petani dan pekerja teraniaya dan sebagainya," kata salah seorang petani, Zaimila Wati saat membacakan surat terbuka tersebut di Kampar, Rabu (10/11/2021).

Terkhususnya yang menyeret nama PTPN V karena dituding mengambil ribuan hektare lahan masyarakat di desa. Justru, menurut Zaimila Wati, saat ini PTPN V yang membantu gaji pekerja dan hak petani anggota Kopsa-M dengan dana talangan. 

"Kami sedang merajut hubungan hubungan baik dengan PTPN V karena hubungan baik ini sempat renggang akibat permasalahan internal koperasi kami," tegas Zaimila. 

PTPN V menyatakan dana talangan itu tidak ada bunga. Petani bisa membayar ketika uang koperasi di bank sudah bisa dicairkan oleh pengurus Kopsa-M baru. 

Dalam surat terbuka tersebut, mereka juga turut menyinggung agar para pihak yang menyebar isu bahwa para petani menjadi kriminalisasi, agar berkunjung dan melihat langsung kondisi sebenar di lapangan. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved