Breaking News:

Berita Siak

Disdikbud Manfaatkan Balairung Sri Gedung Peninggalan Kesultanan Siak untuk Belajar

Disdikbud Siak memanfaatkan gedung peninggalan kesultanan Siak, yakni Balairung Sri untuk tempat belajar bersama.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Pemkab Siak
Asisten III Setdakab Siak Jamaluddin menerangkan tentang maket bangunan istana Siak di Balairung Sri yang akan dibuka untuk tempat belajar bersama, Selasa (9/11/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siak memanfaatkan gedung peninggalan kesultanan Siak, yakni Balairung Sri untuk tempat belajar bersama.

Kegiatan belajar berama tersebut sudah dilaksanakan sejak Selasa (9/11/2021), yang dibuka secara resmi oleh Asisten III Setdakab Siak Jamaluddin.

“Balairung Sri tersebut merupakan museum budaya dan sejarah Siak, yang sepenuhnya dikelola oleh Pemkab Siak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Jamaluddin, Rabu (10/11/2021).

Pada kegiatan pembukaan tersebut sekaligus dilaksanakan pengumuman lomba membuat logo museum tersebut.

Kemudian juga dilaksakan pameran temporer dan penyusunan storyline dari Museum Balairung Sri, sekaligus Launching The New Storyline of Museum Balairung Sri.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 2 orang siswa dan guru se-Kabupaten Siak.

Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan para guru dan siswa tentang hal-hal yang berkaitan dengan museum, sejarah, budayanya, koleksi yang ada di Museum Balairung Sri.

Turut hadir juga dalam kegiatan ini, Kepala Kelompok Kerja Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Yenny Lasmawati, Dosen UIN Suska Riau (Budayawan dan Penulis) Ellya Roza, Dosen dan Praktisi Budaya Serius Zebua, Kepala SMPN 1 Mempura Winda Harniati, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak Mahadar, Camat Siak Tengku Indra Putra dan beberapa OPD.

Jamaluddin menyampaikan, berbagai kegiatan yang dilaksanakan hari ini dalam rangka untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Khusunya pada anak - anak generasi penerus, generasi emas pada 2045 mendatang.

"Pemkab Siak sejak berdirinya pada tahun 1999 hingga saat ini, terus berkomitmen untuk memajukan kebudayaan dan sejarah yang ada di Kabupaten Siak,” kata dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved