Breaking News:

Eropa Tegang, Prancis Bangun Reaktor Nuklir Baru, Macron: Jaminan Kemandirian Energi

Prancis mengklaim pembangunan reaktor nuklir baru itu untuk mengurangi ketergantungannya pada negara asing untuk pasokan energinya.

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Ilham Yafiz
ANGELOS TZORTZINIS / AFP
Presiden Prancis Emmanuel Macron 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ketegangan Nuklir meningkat di eropa, Prancis memutuskan membangun reaktor nuklir baru.

Prancis mengklaim pembangunan reaktor nuklir baru itu untuk mengurangi ketergantungannya pada negara asing untuk pasokan energinya.

Dengan kekhawatiran tentang daya beli yang memuncaki jajak pendapat lima bulan sebelum pemilihan presiden, pada saat harga energi melonjak, Presiden Emmanuel Macron mengatakan keputusan untuk menggunakan reaktor baru sangat penting untuk menjaga harga tetap "masuk akal."

"Kami akan, untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, meluncurkan kembali pembangunan reaktor nuklir di negara kami dan terus mengembangkan energi terbarukan," kata Macron dalam pidato yang disiarkan televisi kepada negara itu, seperti dilansir dari cgtn, Rabu (10/11/2021).

Ini dimaksudkan "untuk menjamin kemandirian energi Prancis, untuk menjamin pasokan listrik negara kita dan mencapai tujuan kita, khususnya netralitas karbon pada tahun 2050," katanya.

Ketika Eropa bergulat dengan kenaikan tajam harga energi, Prancis mengambil jalan yang berbeda dari tetangga seperti Jerman.

Jerman menanggapi bencana nuklir Fukushima 2011 di Jepang dengan mempercepat skema keluar nasionalnya untuk reaktor.

Macron tidak memberikan rincian, tetapi pemerintahnya diperkirakan akan mengumumkan pembangunan hingga enam reaktor air bertekanan baru dalam beberapa minggu mendatang.

Prancis, yang memperoleh sebagian besar listriknya dari tenaga nuklir, saat ini hanya membangun satu reaktor nuklir EPR generasi ketiga baru Flamanville di Normandia. Namun pengerjaan di lokasi yang dimulai pada 2007, masih belum selesai.

Di awal mandatnya, Macron berjanji untuk mengurangi kontribusi nuklir pada bauran energi Prancis menjadi 50 persen dari 75 persen pada 2035.

( Tribunpekanbaru.com )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved