Breaking News:

Berita Inhil

Penyelundup Kandaskan Speed Boat Di Sungai Piring, 62 Karton Rokok Ilegal Diamankan BC

Dalam aksi kejar-kejaran tersebut, KPPBC Tembilahan berhasil mengamankan 2 speedboat yang membawa 62 karton rokok ilegal. Dua pelakunya melarikan diri

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: CandraDani
Foto Rilis KANWIL DJBC KHUSUS KEPRI
Ilustrasi aksi pengejaran terhadap kapal penyelundup oleh Satgas patroli laut Bea Cukai Wilayah Khusus Kepulauan Riau dan Bea Cukai Tembilahan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Setelah sempat terjadi kejar–kejaran dengan pelaku penyelundupan rokok ilegal, Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai atau KPPBC Tembilahan akhirnya berhasil mengamankan speed boat kayu pembawa rokok ilegal.

Sebanyak 2 speed boat bermesin 40 PK berhasil di dapati petugas Bea Cukai (BC) Tembilahan yang mengangkut sebanyak 62 karton rokok ilegal di perairan Sungai Piring, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Senin (18/10/21).

Namun supir speed boat yang mengangkut rokok ilegal tersebut tidak berhasil diamankan setelah berhasil melarikan diri dan meninggalkan speed boat dan bawaannya.

Kepala Bea Cukai Tembilahan, Eka Purnama Putra, menjelaskan, penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat mengenai aktivitas pembongkaran rokok ilegal yang menuju ke Tembilahan.

“Atas informasi tersebut petugas melakukan pengembangan dan menerjunkan petugas untuk melaksanakan patroli laut. Ada 2 speed boat dan 2 pelaku, barangnya (rokok) ditutup terpal. Saat dikejar mereka mengkandaskan diri dan lari ke hutan nipah,” ungkapnya kepada awak media di dalam press release di dermaga BC Tembilahan, Rabu (10/11/21).

Lebih lanjut Eka Permana Putra menerangkan, setelah diperiksa rokok tersebut tidak dilekati pita cukai dan barang bukti rokok selanjutnya diangkut ke Kantor Bea Cukai Tembilahan.

“Setelah dilakukan pencacahan di peroleh sebanyak 62 karton atau kurang lebih 788 ribu batang. Perkiraan nilai barang Rp. 415 juta dan Potensi kerugian negara sebanyak Rp.414.300.000. Barang sudah di bawa ke gudang barang bukti,” imbuhnya.

Menurutnya, tindakan penyelundupan tersebut terancam pasal pidana, Pasal 54 UU No. 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 1995 Tentang Cukai sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 ayat (1).

“Ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar,” jelasnya.

Eka sapaan akrabnya menegaskan, kegiatan ini merupakan bukti keseriusan Kantor Wilayah DJBC Riau dan KPPBC Tembilahan untuk menurunkan angka peredaran barang kena cukai ilegal agar mengamankan penerimaan negara.

"Selain itu, ini juga merupakan bentuk sinergi Bea Cukai dengan aparat hukum lainnya dalam melakukan pengawasan terhadap peredaran Barang Kena Cukai ilegal khususnya di wilayah Inhil," sambung dia.

“Barang bukti rokok yang ditindak ini beserta termasuk tangkapan tahun lalu, Insya Allah akan kita musnahkan pada awal 2022. Masih menunggu keputusan kantor pusat terkait anggaran,” pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved