Breaking News:

Berita Pelalawan

33 Ribu Data Warga Pelalawan Masuk ke Daerah Lain, Jadi Biang Kerok Rendahnya Capaian Vaksinasi

Data vaksin warga Pelalawan masuk ke daerah lain diduga jadi biang kerok rendahnya capaian vaksinasi Kabupaten Pelalawan

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM/JOHANNES TANJUNG
Bupati Pelalawan H Zukri disuntik vaksin di kantor DPRD Pelalawan beberapa waktu lalu. Data vaksinasi Pelalawan masuk kabupaten lain diduga jadi biang kerok rendahnya capaian vaksinasi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Data vaksin warga Pelalawan masuk ke daerah lain diduga jadi biang kerok rendahnya capaian vaksinasi daerah ini.

Satuan Tugas (Satgas) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Pelalawan telah menyampaikan persoalan pendataan vaksinasi yang digelar di Pelalawan kepada Gubernur Riau H Syamsuar saat rapat virtual pada Rabu (10/11/2021) sore lalu.

Menurut juru bicara Satgas Covid-19 Pelalawan, Asril M.Kes, masalah data capaian vaksinasi ini sebenarnya telah disampaikan beberapa waktu lalu ke Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau.

Pasalnya, membuat capaian vaksinasi di Pelalawan menjadi rendah akibat sebagian datanya masuk ke daerah lain, seperti Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru.

Saat ini capaian vaksin di Pelalawan sekitar 37 persen, padahal jika data itu dimasukkan angkanya lebih tinggi lagi.

"Totalnya ada 33 ribu yang tak masuk ke kita. Jika itu ditambahkan, bisa jadi capaian kita sudah 50 persen lebih," beber Asril kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (11/11/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan ini merincikan, 33 ribu warga Pelalawan yang disuntik itu melalui vaksinasi yang dilaksanakan institusi negara dan perusahaan swasta.

Padahal tenaga kesehatan (nakes) yang menyuntik juga dari Pelalawan, tetapi data capaian malah ke daerah lain.

Di antaranya ada 18 ribu lebih warga yang ikut vaksinasi TNI beberapa waktu lalu, tetapi masuk ke Kampar.

Kemudian vaksin gotong royong yang dijalankan beberapa perusahaan swasta malah datanya masuk ke Pekanbaru. Padahal jumlahnya mencapai 14 ribu lebih.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved