Breaking News:

Berita Pekanbaru

Berkas Dugaan Korupsi Unri Tersangka Ekki Gaddafi Tak Kunjung Dilimpahkan, Jaksa Terbitkan P-17

Kejaksaan Negeri Pekanbaru, belum kunjung menerima pelimpahan berkas perkara kasus dugaan korupsi di Universitas Riau (Unri)

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUN PEKANBARU / DONY KUSUMA PUTRA
Kasi Pidsus Kejari Pekanbaru, Agung Irawan menerbitkan P-17, atau permintaan perkembangan penyidikan kepada penyidik kepolisian, dalam hal ini Satreskrim Polresta Pekanbaru, dalam perkara dugaan korupsi Unri dengan Tersangka Ekki Gaddafi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kejaksaan Negeri Pekanbaru, belum kunjung menerima pelimpahan berkas perkara kasus dugaan korupsi di Universitas Riau (Unri).

Kasus dugaan rasuah yang dimaksud yaitu terkait pembangunan gedung pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unri Tahun Anggaran (TA) 2012.

Tersangka dalam perkara ini adalah Ekki Gaddafi.

Pihak kejaksaan, sampai saat ini baru menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Karena tak kunjung menerima pelimpahan berkas, jaksa Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, menerbitkan P-17, atau permintaan perkembangan penyidikan kepada penyidik kepolisian, dalam hal ini Satreskrim Polresta Pekanbaru, selaku pihak yang menangani perkara.

Sebelumnya, jaksa pernah menerima SPDP dari penyidik. Tapi sudah beberapa tahun berjalan, penyidik tak kunjung melimpahkan berkas perkara ke jaksa.

Belakangan, penyidik kembali mengirimkan SPDP perkara yang sama ke Kejari Pekanbaru.

"Sudah kita terima kembali SPDP-nya pada Juni 2021 kemarin," kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pekanbaru, Agung Irawan.

"Pada Agustus 2021, kita kirimkan P-17 ke penyidik, mempertanyakan hasil penyidikan," imbuh Agung.

Namun sampai sekarang diungkapkan mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Dumai ini, pihaknya belum menerima jawaban dari penyidik.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved