Breaking News:

Berita Pelalawan

Tangkal Aliran Agama Menyimpang Bagi Pelajar, Kejari Pelalawan Gandeng MUI, Ini Programnya

Kejari Pelalawan melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMAN 2 Pangkalan Kerinci dengan menggandeng MUI

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Kejari Kabupaten Pelalawan melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMAN 2 Pangkalan Kerinci dengan menggandeng MUI. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pelalawan melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMAN) 2 Pangkalan Kerinci pada Kamis (11/11/2021) lalu.

Dalam program JMS kali ini, Kejari Pelalawan mengandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pelalawan sebagai salah satu narasumber yakni H Iswadi sebagai ketua.

Sedangkan narasumber dari Kejari yakni dari Seksi Intelijen.

Para siswa SMAN 2 Pangkalan Kerinci yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) menjadi peserta yang dikumpulkan di aula sekolah.

"JMS merupakan program Kejagung yang digelar oleh seluruh jajaran se-Indonesia termasuk kita di Pelalawan. Tujuannya untuk melakukan penyuluhan hukum kepada siswa sekolah," ungkap Kepala Kejari Pelalawan Silpia Rosalina SH MH melalui Kasi Intelijen Fuzthathul Amul Huzni SH, Jumat (12/11/2021).

Kasi Intel Huzni menyampaikan, penyuluhan hukum di kalangan pelajar dapat menambah khasanah pengetahuan bagi pelajar dan meningkatkan kesadaran hukum.

Apalagi dipadukan dengan MUI Pelalawan menyampaikan hal-hal terkait peningkatan spiritual dan moralitas bagi pelajar khususnya yg beragama Islam.

Selain itu, lanjut Huzni, dilibatkannya MUI dalam JMS ini agar memberi pemahaman kepada peserta didik terkait aliran kepercayaan atau aliran keagamaan yang menyimpang.

Sehingga, bisa sebagai upaya cegah dini kepada pelajar agar tidak terkontaminasi dengan aliran tersebut.

Narasumber juga menerangkan terkait tanda-tanda suatu aliran kepercayaan atau keagamaan khususnya Agama Islam yang sesat berdasarkan versi MUI.

"Kita juga memaparkan terkait bahaya narkoba hingga cyber bullying yang saat ini sedang marak di kalangan pelajar kita. Semoga ini bisa mencegah sebelumnya terjadi," ujar Huzni.

Ke depan program JMS ini akan terus digalakkan sebagai upaya pencerahan kepada siswa-siswi di sekolah terkait hukum yang berlaku di negara Indonesia.

( Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved