Breaking News:

Berita Pelalawan

BPBD Pelalawan Imbau Warga Bantaran Sungai Tetap Waspada, Ketinggian Air Meningkat

BPBD Pelalawan Riau meminta warga yang tinggal di bantaran sungai untuk tetap waspada karena ketinggian air terus meningkat.

Penulis: johanes | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Banjir merendam jalan akses ke komplek perkantoran Bhakti Praja Pemkab Pelalawan akibat luapan Sungai Kerinci pekan lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Riau meminta warga yang tinggal di bantaran sungai untuk tetap waspada karena ketinggian air terus meningkat.

Pasalnya, dalam pekan ini ketinggian air terus meningkat meski masih di batas normal.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pelalawan, Rudianto menyampaikan, berdasarkan pantauan pihaknya terjadi peningkatan Tinggi Muka Air (TMA) beberapa sungai besar di Kabupaten Pelalawan.

Seperti Sungai Kampar, Sungai Nilo, dan beberapa anak sungai lainnya yang berdekatan dengan permukiman warga.

"Memang terus terjadi peningkatan volume sungai, tapi hanya sedikit dan belum signifikan. Itu pengaruh curah hujan," terang Rudianto kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (14/11/2021).

Rudianto menyampaikan, daerah rawan banjir di Pelalawan saat ini masih aman dan belum terjadi genangan air.

Seperti beberapa desa di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Langgam, Ukui, dan daerah lainnya.

Tetapi warga di bantaran sungai biasanya sudah mempersiapkan diri dalam menghadapi musim banjir dengan membuat panggung di dalam rumah dan tempat perkakas rumah tangga di tempat yang tinggi menghindari terendam air.

Namun sampai saat ini belum ada pembukaan pintu air atau Spillway di waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang di Kabupaten Kampar.

Biasanya, pelepasan air dari waduk itu sangat mempengaruhi ketinggian air di Pelalawan, bahkan hingga menimbulkan banjir.

"Untuk genangan air di Pangkalan Kerinci sudah surut total. Adapun genangan air sementara hanya saat hujan turun saja," tandas Rudianto.

BPBD mengingat warga agar tidak beraktivitas di luar rumah ketika hujan turun.

Pasalnya, menurut prakiraan cuaca dari BMKG, hujan yang turun sering kali dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang.

Hal itu bisa saja menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga lebih baik berdiam diri di rumah saat hujan turun. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved