Breaking News:

DPRD Riau Ajak Semua Berjuang Dapatkan DBH CPO

Dana bagi hasil (DBH) dari produksi crude palm oil (CPO) sudah sejak lama diusulkan kepada pemerintah pusat.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Ilham Yafiz
ISTIMEWA
Wakil Ketua DPRD Provinsi RIau, Hardianto. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dana bagi hasil (DBH) dari produksi crude palm oil (CPO) sudah sejak lama diusulkan kepada pemerintah pusat.

Namun begitu, sampai saat ini belum ada kepastian apakah DBH tersebut masuk ke dalam program legislasi nasional (Prolegnas). 

Bahkan, dari usulan revisi RUU Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD) yang akan dibahas DPR RI belum ada usulan mengenai DBH sawit ini. 

Maka dari itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau mengajak semua pihak berkolaborasi untuk memperjuangkan dan menyuarakan ke tingkat pusat. 

Seperti diungkapkan Wakil Ketua DPRD Riau Hardianto kepada wartawan, Jumat (12/11/2021). Dikatakan dia, pada RUU yang telah masuk belum ada pasal yang menyinggung perihal DBH Sawit.

"Jadi, itu kan ada RUU yang masuk Prolegnas terakhir di draf RUU tidak ada pasal yang mengatur DBH sawit. Ini harus ada perjuangan cukup gesit dan keras. Artinya betul-betul menyuarakan pada orang yang tepat. Kalau RUU kan prosesnya di DPR RI. Kami DPRD siap bergandengan dengan gubernur dan pihak lain untuk memperjuangkan ini,"ujar Hardianto

Ditambahkan dia, untuk DBH migas sendiri, saat ini tidak bisa terlalu banyak berharap. Lantaran jumlah lifting minyak yang terus menurun pada setiap tahunnya. 

Adapun potensi yang bisa menaikkan keuangan daerah saat ini adalah pada DBH sawit. Karena di samping jumlah produksi yang meningkat, harga sawit diperkirakan juga bakal naik dari waktu ke waktu. 

Saat ditanya, berapa persen DBH sawit yang diharapkan? Hardianto berkeinginan pemerintah pusat bisa mengabulkan dalam angka yang maksimal. Artinya, tidak memberatkan, namun menguntungkan daerah. 

"Kalau ditanya berapa? Kita maunya 100 persen. Tapi kan tidak bisa. Nah, kita berharap tentu bisa sebesar-besarnya pada angka maksimal," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved