Breaking News:

Molnupiravir Disebut Obat Covid-19, Menkes Budi: Siap Digunakan Tahun Depan

Budi mengatakan, saat melakukan kunjungan ke Amerika Serikat beberapa waktu, ia sudah melakukan kerja sama dengan pihak Merck.

SHUTTERSTOCK/Sonis Photography
Ilustrasi obat molnupiravir: Ini adalah obat oral antivirus yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Merck untuk menangani Covid-19. Uji klinis sementara menunjukkan, obat ini mampu menekan risiko masuk ke rumah sakit atau kematian hingga 50 persen. 

TRIBUNPEKANBARU.COM -  600.000 hingga 1 juta pil Molnupiravir buatan Merck diklaim sebagai obat Covid-19.

Bahkan, Reuters melaporkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memborong jenis obat ini.

Program yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ini akan memberi obat antivirus tersebut dengan harga terendah 10 dollar AS atau sekitar Rp 140.770 per paket.

Reuters pada Rabu (20/10/2021) menjelaskan, pil eksperimental molnupiravir buatan Merck & Co (MRK.N), kemungkinan besar menjadi salah satu obat yang akan dibeli WHO.

Iklan untuk Anda: Langgar aturan - jam tangan replika Rolex didiskon 90% hari ini
Advertisement by

Rencana tersebut menyoroti bagaimana WHO ingin menopang pasokan obat-obatan dan tes Covid-19 dengan harga relatif rendah.

Sementara itu, Indonesia dilaporkan akan membeli 600.000 hingga 1 juta pil Molnupiravir.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, obat Covid-19 Molnupiravir rencananya akan tiba di Indonesia pada akhir tahun 2021.

Budi mengatakan, saat ini, obat tersebut masih menunggu izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Amerika Serikat.

" Molnupiravir diharapkan akhir tahun bisa tiba di Indonesia, dan kita siap menggunakannya untuk tahun depan," kata Budi dalam konferensi pers secara virtual soal evaluasi PPKM, Senin (15/11/2021).

Budi berharap izin penggunaan darurat dari obat Molnupiravir dapat dirilis BPOM Amerika Serikat pada awal Desember.

Lebih lanju, Budi menambahkan, pihaknya akan mengkaji obat-obat lain untuk Covid-19 bersama BPOM.

"Obat-obatan lain yang mirip dengan Molnupiravir yang bisa mengurangi risiko masuk RS dari orang-orang yang kena kasus Covid-19 kita kerja sama dengan BPOM untuk kaji obat ini," ujarnya.

Budi mengatakan, saat melakukan kunjungan ke Amerika Serikat beberapa waktu, ia sudah melakukan kerja sama dengan pihak Merck.

“Rencananya kita akan beli dulu sementara 600.000 sampai 1 juta tablet bulan Desember,” kata Budi dalam rapat kerja Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/11/2021).

Budi menjelaskan, pembelian tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila di akhir tahun nanti ada lonjakan kasus.

Meski begitu, masyarakat dihimbau agar tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak aman, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

( Tribunpekanbaru.com / Firmauli Sihaloho )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved