Breaking News:

Berita Riau

Kasus Covid-19 di Malaysia dan Singapura Naik, Pengawasan Orang Masuk Riau Harus Diperketat

‎Saat ini kasus Covid-19 di Malaysia dan Singapura dikabarkan naik, untuk itu pengawasan orang masuk ke Riau harus diperketat.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
‎Saat ini kasus Covid-19 di Malaysia dan Singapura dikabarkan naik, untuk itu pengawasan orang masuk ke Riau harus diperketat. FOTO ILUSTRASI: Suasana di ruang tunggu lantai dasar Bandara SSK II Pekanbaru, Jum'at (7/6/2019) sepi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - ‎Saat ini kasus Covid-19 di Malaysia dan Singapura dikabarkan naik, untuk itu pengawasan orang masuk ke Riau harus diperketat.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir‎ mengingatkan kepada masyarakat Riau agar tidak abai dalam menjalankan protokol kesehatan.

Meski saat ini kasus penyebaran Covid-19 di Riau terus mengalami penurunan.

Namun warga tetap diminta waspada, sebab diluar negeri, termasuk negara tetanggan, yakni Malaysia dan Singapura saat ini kembali terjadi peningkatan kasus COVID-19.

Mimi mengatakan, saat ini di Malaysia dan Singapura justru terjadi peningkatan kasus COVID-19.

Salah satu penyebabnya yakni adanya varian baru COVID-19.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada masyarakat Riau agar meningkatkan kewaspadaan dengan tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Apalagi kita kan perbatasan dengan negara tetangga, ini yang harus diawasi dengan ketat. Terutama pelabuhan-pelabuhan kecil, jangan sampai virus varian baru tersebut masuk ke Riau," kata Mimi.

Selain itu, Mimi juga mengatakan meskipun dalam dua hari terakhir tidak terdapat penambahan pasien positif. Namun masyarakat diminta tetap waspada dan tidak abai pada protokol kesehatan.

"Kunci utama untuk menekan penyebaran COVID-19 yakni dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Meskipun dalam dua hari ini tidak ada penambahan kasus, protokol kesehatan tetap harus dijalankan," kata Mimi.

Selain itu, Mimi juga berpesan agar pelaksanaan vaksinasi didaerah terus ditingkatkan. Dan saat pelaksanaan vaksin, juga harus dilaporkan melalui aplikasi yang sudah disediakan.

"Pemerintah pusat memantau dari aplikasi, jika tidak dilaporkan dianggap vaksin nya masih ada sehingga tidak dikirimkan tambahan," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved