Breaking News:

Berita Riau

Disdik Riau Ajukan Penambahan Jam dan Jumlah Siswa Belajar Tatap Muka di Sekolah

Disdik Riau mengjukan penambahan jam dan jumlah siswa yang belajar tatap muka di sekolah.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Syaiful Misgiono
Disdik Riau mengjukan penambahan jam dan jumlah siswa yang belajar tatap muka di sekolah. FOTO: Gubri Syamsuar saat meninjau pelaksanaan belajar tatap muka terbatas di sejumlah sekolah di Pekanbaru beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Disdik Riau mengjukan penambahan jam dan jumlah siswa yang belajar tatap muka di sekolah.

Dinas Pendidikan Provinsi Riau mengajukan penambahan jam belajar dan penambahan jumlah kuota siswa dalam satu kelas saat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di sekolah.

Kebijakan ini diambil menyusul semakin menurunnya kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Riau.

Kadisdik Riau, Zul Ikram, Kamis (18/11/2021) mengatakan, penambahan hari dan jam belajar bagi siswa SMA/SMK dan SLB sederajat ini, setelah melihat kondisi COVID-19 di Riau.

Berdasarkan laporan yang ia terima sebelumnya, bahwa selama proses belajar tatap muka terbatas, tidak ada terjadinya kasus COVID-19.

“Jadi kita baru saja melaksanakan rapat bersama kepala sekolah se Riau. Dalam rapat ini kita membahas persiapan dan rancangan untuk penambahan jam belajar. Selanjutnya, dari hasil kajian dan usulan ini akan kita sampaikan kepada Gubernur Riau, untuk mendapatkan persetujuan penambahan jam belajar dan penambahan hari,” katanya.

Dijelaskannya, untuk penambahan waktu belajar yang biasanya 2 jam akan dinaikkan menjadi 4 jam pelajaran.

Begitu juga dengan kuota siswa yang masuk sekolah juga bertambah, yang biasanya 50 persen dari jumlah siswa ditingkatkan menjadi 75 persen dari jumlah siswa, dengan tetap menjaga jarak antar siswa.

“Meski ada peningkatan jumlah siswa dan jam belajar, seluruh siswa dan sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker selama belajar dan tersedianya tempat cuci tangan serta jaraknya juga. Kalau untuk penambahan hari belajar dalam seminggu sekolah bisa menyusunnya dengan jumlah kelas yang ada di sekolah,” kata Zul Ikram.‎ (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved