Breaking News:

Berita Siak

Lima Desa Ajukan Gugatan dalam Pilkades di Siak, Ada Apa?

Pilkades di Siak diwarnai dengan gugatan oleh 5 kampung. Sedangkan yang menggelar pilkades serentak sebanyak 37 kampung.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Foto/net
Pilkades di Siak diwarnai dengan gugatan oleh 5 kampung. Sedangkan yang menggelar pilkades serentak sebanyak 37 kampung. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Pilkades di Siak diwarnai dengan gugatan oleh 5 kampung.

Sedangkan yang menggelar pemilihan penghulu kampung (kepala desa) serentak sebanyak 37 kampung.

“Gugatan itu dilakukan oleh calon yang kalah dengan keberatan soal daftar pemilih tetap hingga adanya kegiatan pembagian zakat di hari tenang,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Siak, L Budhi Yuwono, Kamis (18/11/2021).

Ia mengatakan lima kampung itu bagian dari 37 yang melaksanakan Pemilihan Kepala Kampung (Pilpung) dengan mengemukakan masalah DPT dan pembagian zakat serta dugaan politik uang.

"Sampai hari ini sudah ada 5 kampung yang mengajukan gugatan, yaitu dari Kampung Teluk Lanus yang menyampaikan keberatannya indikasinya ada politik uang. Ini belum difasilitasi," katanya.

Pilpung lainnya yang juga ada indikasi politik uang yakni Kampung Sri Gemilang, Kecamatan Kotogasib. Namun ini sudah difasilitasi dengan camat agar tidak diselesaikan dengan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara.

Selanjutnya masalah DPT terjadi di Kampung Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang. Keberatannya ada 160 masyarakat yang tidak masuk DPT dan sudah difasilitasi juga penyelesaiannya.

"Tapi ini secara proses DPT itu sudah ditandatangani oleh seluruh calon. Selama dua bulan proses tak ada yang keberatan, tapi kok sekarang baru mengajukan keberatan," ungkapnya.

Begitu juga di Kampung Maredan Barat juga di Kecamatan Tualang yang melaporkan ada 132 warga tak masuk DPT.

Itu digugat oleh dua calon yang kalah yang juga sudah menyetujui DPT sebelumnya.

Terakhir gugatan di Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas ada dugaan kampanye terselubung oleh salah satu calon yang akhirnya memperoleh suara terbanyak. Pasalnya di masa tenang ada pembagian zakat oleh calon tersebut yang juga difasilitasi Badan Amil Zakat setempat.

"Kata Baznas di sana bahwa jadwal itu ditentukan Baznas Siak. Sekarang dua calon sudah menunjuk kuasa untuk memproses keberatannya," tambah Budhi. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved