Breaking News:

Berita Riau

Mau Umrah? Syarat Berangkat ke Arab Saudi Wajib Vaksin, Sudah Tahu Vaksin yang Direkomendasikan?

Wajib vaksinn menjadi syarat wajib berangkat ke Arab Saudi. Untuk itu Kadiskes Riau Mimi Yuliani Nazir, mengingatkan para pengelola travel umrah

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Nurul Qomariah
PATRICK T. FALLON / AFP
Ilustrasi.Wajib vaksinn menjadi syarat wajib berangkat ke Arab Saudi. Untuk itu Kadiskes Riau Mimi Yuliani Nazir, mengingatkan para pengelola travel umrah mengarahkan calon jemaah untuk vaksin. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Wajib vakisn menjadi syarat wajib berangkat ke Arab Saudi. Untuk itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir, mengingatkan para pengelola travel umrah di Riau, untuk dapat mengarahkan calon jamaahnya agar segera melakukan vaksin.

Mimi Yuliani Nazir mengatakan, pihaknya juga telah melakukan pertemuan dengan para pengelola travel umrah di Kantor Dinas Kesehatan Riau.

"Jadi kami ingatkan para pengelola travel umrah untuk mengarahkan calon jamaahnya vaksin. Karena vaksin jadi satu syarat masuk ke Arab Saudi," kata Mimi, Kamis (18/11/21).

Lebih lanjut dikatakannya, karena itu pada pertemuan tersebut, pihaknya juga menegaskan jika pengelola travel umrah merasa kesulitan dalam mendapatkan vaksin. Maka dapat menghubungkan pihak dinas kesehatan terdekat.

"Jadi kami juga mengerahkan kalau ada kesulitan mendapatkan vaksin, bisa menghubungi dinas kesehatan atau fasilitas kesehatan terdekat. Ini juga dalam rangka meningkatkan capaian vaksinasi," ujarnya.

Saat ditanyakan kapan ada calon jamaah umrah yang berangkat dari Riau, Mimi mengatakan hal tersebut bukanlah kewenangan pihaknya.

Karena saat pertemuan itu, pihaknya hanya mengingatkan terkait vaksinasi.

"Kalau untuk jadwal keberangkatan mungkin bisa ditanya ke kementerian agama, kami hanya mengingatkan terkait vaksinasi saja," sebutnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Firman M Nur usai melantik pengurus Amphuri Riau, di Hotel Furaya Pekanbaru, Minggu (3/10/2021).

Ia berharap vaksin yang digunakan untuk vaksinasi para calon jemaah haji dan umrah ini adalah vaksin yang saat ini dianjurkan oleh pemerintah Arab Saudi.

Yakni Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan Jhonson and Jhonson.

"Kalau bisa gunakan empat jenis vaksinasi yang direkomendasikan itu, namun bagi calon jemaah yang sudah vaksin sinovac tidak perlu khawatir. Insya Allah nanti kami dari Amphuri akan memperjuangan untuk vaksin booster bagi para calon jemaah haji dan umrah," ucapnya didampingi, H Junaidi sebagai Ketua Amphuri Riau yang baru saja dilantik.

Pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan Kementerian Kesehatan, agar Ampuri diberikan jatah kuota vaksin yang direkomendasikan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tersebut untuk booster vaksin bagi calon jemaah yang sudah terlanjur divaksin Sinovac atau Sinopharm.

"Kami dari organisasi Ampuhri sudah berbicara dengan menteri kesehatan, melalui irjen pelayanan kesehatan, selama itu sesuai ketentuan, mereka akan support kita untuk menyiapkan vaksin itu," sebutnya.

Sementara saat disinggung kapan calon jemaah haji dan umrah di Indonesia, khususnya di Riau bisa berangkat ke tanah suci, pihaknya belum bisa memastikan karena masih menunngu hasil koordinasi pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi.

( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved