Breaking News:

Pelecehan Seksual Mahasiswi Unri

Usai Dekan FISIP UNRI Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan, Rektor UNRI Ikut Diperiksa Hari Ini

Usai Dekan FISIP UNRI, Syafri Harto, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual mahasiswi, sang Rektor UNRI ikut diperiksa hari ini

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Polisi saat menyegel ruang kerja Dekan FISIP UNRI, Syafri Harto. Hari ini Dekan DISIP UNRI ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual. Rektor UNRI juga turut diperiksa sebagai saksi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Usai Dekan FISIP UNRI, Syafri Harto, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual mahasiswi, sang Rektor UNRI ikut diperiksa.

Rektor UNRI Aras Mulyadi diperiksa oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.

Sang Rektor UNRI ikut diperkisa dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus ini.

Penetapan tersangka terhadap Syafri Harto oleh penyidik, dilakukan setelah dilaksanakan gelar perkara pada Rabu (17/11/2021).

Sejauh ini, polisi sudah memeriksa 18 saksi. Baik dari pihak korban maupun pihak tersangka, termasuk juga saksi ahli, diantaranya saksi ahli psikolog dan ahli poligraf.

"Termasuk hari ini kita periksa Rektor UNRI," ucap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto.

Menyandang status tersangka kasus pencabulan terhadap mahasiswi, Dekan FISIP UNRI, Syafri Harto, kini terancam hukuman penjara di atas 5 tahun.

"Ancaman penjara di atas 5 tahun. Penyidik menerapkan Pasal 289, Pasal 294 ayat 2 KUHP," ucap Sunarto.

Ditanyai apakah terkait ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara itu, Syafri Harto akan ditahan, Sunarto menyatakan itu sepenuhnya kewenangan penyidik.

"Kewenangan penyidik itu," tuturnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved