Breaking News:

Berita Pelalawan

Curah Hujan Turun Drastis Namun BPBD Pelalawan Tetap Imbau Warga Agar Antisipasi Banjir

Salah satu antisipasi banjir di Pangkalan Kerinci dilakukan Dinas PUPR Pelalawan dengan mengeruk kedalaman Sungai Kerinci dan titk banjir lainnya.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Eskavator jenis amphibi milik Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan menormalisasi Sungai Kerinci sebagai langkah antisipasi banjir di Kota Pangkalan Kerinci beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Curah hujan di Kabupaten Pelalawan khususnya Kecamatan Pangkalan Kerinci menurun drastis dalam dua pekan terakhir.

Berbeda dengan cuaca sebelumnya, hujan turun hampir setiap hari yang menyebabkan banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi banjir terjadi saat curah hujan tinggi kedepan.

Dengan menggalakkan gotong royong membersihkan pemungkiman dari sampah dan kotoran yang bisa menyebabkan genangan air.

Gorong-gorong maupun parit di sekitar rumah harus dipastikan bersih dan tidak ada sumbatan yang mengakibatkan banjir.

"Memang dua pekan ini hampir tidak ada hujan, drastis menurun. Tapi saat inilah waktunya untuk membersihkan pekarangan, agar tidak ada banjir nanti ya," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Rudianto, kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (19/11/2021).

Pemda Pelalawan juga masih melakukan program antisipasi banjir sampai saat ini.

Dengan membangun gorong-gorong, drainase, hingga parit yang belum ada di beberapa titik di Pangkalan Kerinci.

Proses pembersihan saluran air yang tersumbat sebagai biang kerok banjir di ibukota Pelalawan.

Termasuk proses pembersihan Sungai Kerinci yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang terus berjalan sampai sekarang.

"Sesuai prakiraan BMKG curah hujan akan tinggi sampai Bulan Januari mendatang. Jadi tetap harus waspada terhadap banjir, khususnya di daerah bantaran sungai," tambah Rudianto.

Sekertaris BPBD ini menyebutkan, Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Kampar dan Sungai Nilo masih berada pada posisi normal.

Namun potensi terjadinya hujan masih terpantau sampai hari ini dari data BMKG yang bisa mempengaruhi level air. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved