Breaking News:

Berita Siak

Diskominfo Siak Berbenah, Ikuti Workshop Strategi Mengelola Humas di Era Disrupsi Media

Diskominfo Kabupaten Siak berbenah, ikuti workshop strategi mengelola humas di era disrupsi media di Kota Pekanbaru

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Kepala Bidang IKP Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Siak Paula Chandra, mengikuti kegiatan strategi mengelola humas di era disrupsi media, Jumat (19/11/2021) di Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Dunia humas tengah memasuki babak baru era disrupsi akibat pandemi Covid-19. Pada praktik ‘media handling’ terjadi banyak penyesuaian dalam aspek menjalin dan mempertahankan hubungan baik dengan awak media.

"Bagaimana langkah humas beradaptasi melakukan penyesuaian dalam praktik media handling menjadi menarik untuk didiskusikan. Karena itu kegiatan ini penting bagi kami," kata Kepala Bidang IKP Dinas Komunikasi dan Informasi kabupaten Siak Paula Chandra, Jumat (19/11/2021).

Kegiatan tersebut ditaja Serikat perusahaan Pers (SPS) cabang Riau bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Riau bertema,’Strategi mengelola humas di era disrupsi media" yang digelar di Pekanbaru.

Paula menyampaikan di era disrupsi ini, public relations mudah terbawa arus polemik isu dari hoax hingga fake news.

Padahal hubungan masyarakat harus tetap memiliki tata kelola (good governance), akuntabel, transparan dan menjawab bukan hanya kebutuhan stakeholders, tapi juga seluruh warga negara.

"Ini sangat penting kami ikuti, karena persepsi lama bahwa public relations hanya berfungsi sebagai media relations serta publikasi di konvensional media semata haruslah mulai berubah. Karena sekarang profesi tersebut dituntut memiliki keahlian yang lebih kompleks," kata Paula.

Paula mengatakan, Pemkab Siak menyadari bahwa transformasi public relations dalam era revolusi Industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan.

Ada beberapa langkah penting yang harus diambil. Pertama, kompetensi.

Dunia digital menjadi skill sets yang mutlak dimiliki. Public relations Indonesia harus meng-upgrade dan memiliki kompetensi teknologi dan nonteknologi mumpuni.

"Di era industri 4.0, dunia butuh praktisi PR dengan fleksibilitas dan mobilitas yang tinggi, kemampuan digital, analitik, menulis konten, membangun jaringan, selalu haus akan informasi terkini dan memiliki spesialisasi," sebutnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved