Breaking News:

Berita Siak

Kapal Kato Milik Sultan Syarif Kasim II Berkarat, Masyarakat Temui Kadis Pariwisata Siak

Kapal Kato peninggalan Sultan Syarif Kasim II yang berada di dalam kompleks Istana Siak dalam kondisi memprihatinkan, dinding ditutupi karat

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Kapal Kato, peninggalan Sultan Syarif Kasim II yang berada di kompleks Istana Siak dalam keadaan berkarat dan berlumut. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Kapal Kato, peninggalan Sultan Syarif Kasim (SSK) II menyedot perhatia masyarakat Siak sejak dua pekan belakangan. Pasalnya, kapal yang berada di dalam kompleks Istana Siak tersebut dalam kondisi memprihatinkan, dinding ditutupi karat seperti rongsokan besi tua.

"Kami sedih melihat kondisi kapal Kato yang terbiarkan begitu saja. Memang awalnya polemik ini ramai diperbincangkan di media sosial, kemudian kami bertemu dan membahas kondisi ini," kata Ketua Pelindung Cagar Budaya Siak (PCBS) Tatang Syafrawi, Jumat (19/11/2021).

Ia menerangkan, hasil diskusi PCBS melahirkan beberapa kesepakatan.

Di antaranya menggalang sejuta koin untuk biaya perawatan kapal Kato jika tidak ada kepedulian pihak bertanggungjawab.

Seiring dengan itu juga mewacanakan agar penempatan kapal dipindahkan ke daerah tepian sungai Siak sehingga membuka destinasi wisata baru.

"Dalam upaya itu, ternyata kami direspon oleh Kepala Dinas Pariwisata yaitu Pak Fauzi Asni, kemudian kami adakan pertemuan Jumat pagi sebelum siang," tambahnya.

Pada pertemuan itu, internal PCBS hadir ditambah dengan beberapa tokoh masyarakat seperti Sujarwo dan lain-lain.

Pihaknya mendesak Fauzi Asni melakukan respon cepat terhadap keprihatinan masyarakat Siak terhadap kondisi kapal tersebut.

"Sebagai putra Siak, kami mempunyai semangat bagaimana aset sejarah di negeri tercinta ini dihargai, sehingga generasi berikutnya juga menghargainya bahkan menjadikan kebanggaan terhadap sejarah negeri sendiri," kata dia.

Sementara itu, Penasihat PCBS Joko Suliso menambahkan, terjadinya polemik terkait kondisi kapal Kato merupakan kepedulian bersama terhadap cagar budaya yang ada di Kabupaten Siak.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved