Breaking News:

Pupuk Kaltim Sokong Ekonomi Nasional: Menembus Pasar Global, Tingkatkan Produktivitas Petani Lokal

Sejak saat itu, eskpor Pupuk Kaltim terus menggeliat, karena juga didukung dengan inovasi  penggunaan teknologi berbasis industri 4.0

ist
PT. GRSA (Graha Riau Sarana Agritek) merupakan distributor resmi yang ditunjuk PT. Pupuk Kaltim melalui Apkasindo untuk mendistribusikan pupuk NPK Pelangi di Riau dan Sumatera Utara sejak tahun 2018. Hingga kini, volume penjualan pupuk ini terus meningkat karena bahan baku yang digunakan berkualitas sehingga meningkatkan produktivitas para petani. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pupuk Kaltim yang akan menginjak usia 44 tahun pada 7 Desember nanti, menunjukkan perkembangan bisnis yang menjanjikan. Teranyar ialah saat Pupuk Kaltim melakukan ekspor pada Juni 2020 silam.

Saat itu, Pupuk Kaltim mengekspor 5.000 metrik ton (MT) amoniak hasil produksi perusahaan ke Pelabuhan Isabel, Leyte, Filipina. Direktur Komersil Pupuk Kaltim Gatoet Gembiro Noegroho mengatakan aktivitas ini mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekspor produk berkualitas internasional.

Juga, upaya perusahaan untuk menambah devisa negara.  “Ekspor amoniak ini merupakan kebanggaan bagi Pupuk Kaltim, karena membuktikan produk Perusahaan memiliki daya saing tinggi dan diterima pasar internasional,” kata Gatoet.

Sejak saat itu, eskpor Pupuk Kaltim terus menggeliat, karena juga didukung dengan inovasi  penggunaan teknologi berbasis industri 4.0

Mulai dari Artifial Intelligence (AI) dan metode forecasting dalam mendukung proses produksi, distribusi serta kinerja secara berkesinambungan. Lalu Sistem Prediksi Harga melalui implementasi AI untuk proses pengembangan dan penetrasi pasar ekspor.

Kemudian Distribution Planing and Control System (DPCS), berupa inovasi geospasial teknologi dan Internet of Things (IoT) untuk optimalisasi distribusi yang mendukung proses perencanaan penjualan pupuk ekspor.

Melalui upaya itu, hingga pada September 2021, ekspor Pupuk Kaltim telah tercatat mencapai angka 1,75 juta ton atau 103 persen dari target RKAP sampai September 2021 sebesar 1,71 juta ton dan 101 persen dari volume ekspor sampai September 2020 sebesar 1,74 juta.

Untuk negara yang dituju, pupuk urea banyak dikirim ke negara-negara Asia Tenggara dengan porsi sebesar 67 persen. Kemudian disusul Asia Selatan, Asia Timur, Australia, Meksiko, Amerika Latin dan Amerika Serikat.  Sedangkan untuk pasar Amoniak, didominasi negara-negara Asia seperti Filipina, Vietnam, Cina, Jepang, Korea Selatan dan India.

Beranjak dari keberhasilan menembus pasar global, produk Pupuk Kaltim turut berkontribusi atas peningkatan produktivitas petani lokal.

Seperti yang dirasakan Kelompok Tani Cahaya Assisi Monteluco di Kabupaten Kampar, Riau yang sudah menggunakan pupuk NPK Pelangi sejak tahun 2018 hingga sekarang ini.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved