Breaking News:

Liga Italia

AC Milan Berantakan Hadapi Fiorentina, I Rossoneri Lakukan Banyak Kesalahan, Ibra Tumpul

Kalah dari Fiorentina, bek tengah AC Milan Simon Kjaer menjelaskan bahwa 'sepak bola adalah permainan kesalahan' dan AC Milan membuat banyak kesalahan

Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Ilham Yafiz
FILIPPO MONTEFORTE / AFP
Reaksi Zlatan Ibrahimovic dalam laga AC Milan kontra Fiorentina. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - AC Milan berantakan digilas Fiorentina dalam lanjutan Liga Italia dengan Skor 4-3, gagal kumpulkan poin penuh dalam laga Fiorentina vs AC milan.

Kalah dari Fiorentina, bek tengah AC Milan Simon Kjaer menjelaskan bahwa 'sepak bola adalah permainan kesalahan' dan AC Milan membuat terlalu banyak kesalahan dalam kekalahan 4-3 dari Fiorentina.

Dilansir dari Football Italia, Minggu (21/11/2021), I Rossoneri tidak pernah kebobolan empat gol dalam satu pertandingan Liga Italia Serie A sejak kekalahan 4-2 di Derby Milan dari Inter pada Februari 2020.

Beberapa dari mereka benar-benar dapat dihindari, misalnya setelah Ciprian Tatarusanu melakukan tendangan sudut dan Theo Hernandez ditangkap dalam penguasaan bola.

“Sepak bola adalah permainan kesalahan,” kata Kjaer kepada Sky Sport Italia.

“Malam ini kami kebobolan empat, pertama kali musim ini, dan jelas itu menyakitkan bagi bek tengah seperti saya.

“Kita perlu belajar dari ini, bekerja keras dan menggunakannya sebagai bahan bakar. Kami memiliki pertandingan besar lainnya yang akan datang dan kami harus terus maju.”

Apa yang dikatakan Stefano Pioli di ruang ganti setelah kekalahan 4-3 di Stadio Franchi?

“Tentu saja pelatihnya keras. Semua hal yang dia katakan penting, hal-hal yang perlu kita pelajari. Kami kebobolan empat gol malam ini dan jelas harus meningkat. Kami juga memiliki peluang untuk mencetak lima atau enam, tetapi kebobolan empat terlalu banyak.”

Kjaer tampak begitu nyaman di Milan, dia ditanya apakah dia sesekali berpikir kembali dan merenungkan kegagalannya di Serie A bersama Roma dan Atalanta.

“Saya mencoba untuk bergabung dengan Milan berkali-kali dalam karir saya, dan setelah periode yang tidak menyenangkan dengan Atalanta ketika pelatih memilih pemain lain yang lebih cocok dengan taktiknya, ada kesempatan ini.

“Saya kadang-kadang melihat kembali karier saya, tetapi saya masih bermain dan menikmati diri saya sendiri. Saya akan melihat ke belakang ketika saya sudah selesai," tutupnya.

( Tribunpekanbaru.com )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved