Breaking News:

Tentara Hadang Hujan Dengan Garam, Sirkuit Mandalika Tetap Kena Guyur Hujan Lebat

Hujan lebat mengguyur Sirkuit Mandalika pada Sabtu (20/11/2021), padahal aparat TNI sudah melakukan modifikasi cuaca pada Jumat (19/11/2021)

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Rinal Maradjo
tribunpekanbaru.com
hujan deras guyur Sirkuit Mandalika pada Sabtu (20/11/2021). WSBK alami penundaan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, LOMBOK - Hujan lebat mengguyur Sirkuit Mandalika pada Sabtu (20/11/2021), akibatnya balapan mengalami penundaan ke hari Minggu (21/11/2021).

Kemarin, hujan lebat disertai angin kencang tak henti-hentinya mengguyur sirkuit itu sejak siang.

Dikutip dari Kompas.com, sedianya Race 1 WSBK Mandalika 2021 yang berlangsung pada pukul 15.00 WITA harus ditunda lantaran pada pukul 14.40 WITA atau saat para rider dan kru masing-masing tim sudah bersiap di trek untuk memulai balapan, hujan turun dengan deras.

Sekitar pukul 16.00 WITA, intensitas hujan di Sirkuit Mandalika mulai menurun.

Namun, balapan di sirkuit Mandalika itu akhirnya dihentikan setelah tak ada tanda-tanda hujan akan mereda.

Baca juga: Hasil Asia Talent Cup Mandalika Race 1, Jepang Juara, Ini Klasemen Asia Talent Cup 2021 Sementara

Baca juga: ATC 2021 di Mandalika Diundur Karena Kekurangan Marshal, Apa Itu, Padahal Mereka Tidak Dibayar

Padahal upaya untuk menghadang hujan lebat yang diperkirakan akan mengguyur Sirkuit Mandalika sudah dilakukan oleh sejumlah pihak.

Termasuk di antaranya dari TNI.

Pada hari Jumat (19/11/2021), dilakukan upaya modifikasi cuaca dengan menabur tiga ton garam atau natrium klorida (NaCl) ditabur di atas awan di daerah Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat .

Garam yang ditabur dengan Pesawat Casa N212 TNI AU itu ditujukan untuk untuk membuat hujan buatan.

Komandan Resor Militer (Danrem) 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan upaya tersebut agar mencegah hujan turun di area sirkuit Mandalika yang sedang melaksanakan ajang balap world superbike 2021.

"Jadi sebelum awan itu bergeser ke areal Sirkuit Mandalika, hujannya sudah jatuh saat bertemu dengan garam yang ditabur tim modifikasi cuaca TNI AU, itulah namanya rekayasa hujan," ujar Rizal di sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Sabtu (20/11/2021), dikutip dari Antara.

Rizal menambahkan, garam yang ditabur di atas awan tersebut, berbentuk kasar yang didapat dari produk lokal.

Diketahui, daerah Dompu, Bima dan daerah lain di NTB menjadi salah satu daerah penghasil garam nasional.

Upaya mencegah hujan ini dilakukan hingga ajang balap selesai dilaksanakan. 

( Guruh Budi Wibowo )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved