Breaking News:

OTT KPK di Riau

KPK Periksa 2 Staf PT Adimulia, Kasus Dugaan Suap Izin HGU yang Jerat Bupati Kuansing Nonaktif

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 2 orang staf PT Adimulia Agrolestari, Senin (22/11/2021)

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
Tangkapan Youtube KPK RI
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan KPK periksa 2 staf PT Adimulia Agrolestari terkait kasus dugaan suap izin HGU yang jerat Bupati Kuansing nonaktif. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 2 orang staf PT Adimulia Agrolestari, Senin (22/11/2021).

Hal ini terkait dengan proses penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi suap pengurusan perpanjangan izin Hak Guna Usaha (HGU) sawit di Kabupaten Kuansing.

Dalam perkara ini, penyidik KPK telah menetapkan 2 orang sebagai tersangka.

Mereka adalah Bupati Kuansing nonaktif, Andi Putra dan General Manager PT Adimulia Agrolestari, Sudarso.

"Hari ini pemeriksaan saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi suap terkait perpanjangan izin Hak Guna Usaha (HGU) sawit di Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau, dengan tersangka AP (Andi Putra, red) dkk," kata Plt Ali Fikri, Senin siang.

Ali menuturkan, pemeriksaan saksi dilakukan di Kantor KPK, Gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada Kav-4, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Para saksi yang diperiksa yang merupakan 2 staf PT Adimulia Agrolestari itu, di antaranya bernama Riana Iskandar dan Rudi Ngadiman alias Koko.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar sebelumnya, menjelaskan konstruksi perkara yang menjerat Andi Putra.

Menurutnya, untuk keberlangsungan kegiatan usaha dari PT AA yang sedang mengajukan perpanjangan HGU yang dimulai pada 2019 dan akan berakhir di tahun 2024.

Di antara persyaratan untuk kembali memperpanjang HGU itu adalah dengan membangun kebun kemitraan minimal 20 persen dari HGU yang diajukan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved