Breaking News:

PTPN V Dorong 2.436 Hektar Sawit Petani Mitra Binaan Sertifikasi RSPO

PT Perkebunan Nusantara V mendorong sekaligus memberikan asistensi kepada ratusan petani yang tergabung dalam tiga koperasi mitra binaan

Editor: Ilham Yafiz
ISTIMEWA
PT Perkebunan Nusantara V mendorong sekaligus memberikan asistensi kepada ratusan petani yang tergabung dalam tiga koperasi mitra binaan untuk memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III (Persero), PT Perkebunan Nusantara V mendorong sekaligus memberikan asistensi kepada ratusan petani yang tergabung dalam tiga koperasi mitra binaan untuk memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) serta Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). 

Chief Executive Officer PTPN V, Jatmiko K Santosa, dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Senin (22/11) mengatakan melalui program sertifikasi tersebut, para petani dan perusahaan akan memperoleh keuntungan baik dari sisi produktivitas maupun penjualan atas produk sawit melalui penerapan praktik budidaya perkebunan berkelanjutan atau sustainable. 

"Ini merupakan langkah awal kita untuk mencapai tujuan lebih luas dalam merangkul dan meningkatkan ekonomi para petani mitra binaan PTPN V," katanya. 

Ia mengatakan untuk tahap awal terdapat tiga koperasi unit desa (KUD) berlokasi di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau yang mengikuti program sertifikasi ISPO dan RSPO. Ketiganya adalah KUD Karya Mukti di lahan seluas 874 hektare, Dayo Mukti di lahan seluas 706 hektare, dan KUD Tani Sejahtera dengan lahan seluas 856 hektare. 

Ketiga KUD yang telah memasuki penanaman generasi kedua dengan usia tanaman sembilan tahun dan masuk dalam kategori tanaman produktif tersebut akan menjadi mitra binaan perdana PTPN V yang melaksanakan sertifikasi ISPO dan RSPO

"Total luas lahan petani mitra yang menjalani sertifikasi RSPO dan ISPO perdana tahun ini mencapai 2.436 hektare," ujarnya. 

Jatmiko bersyukur program RSPO dan ISPO yang diusung oleh perusahaan perkebunan milik negara tersebut mendapat respon positif dari para petani mitra. Dia berharap program serupa dapat kembali dilakukan di seluruh lahan perkebunan sawit petani mitra yang luasannya mencapai 56,6 ribu hektare. 

"Tahun ini kita awali di Kabupaten Rokan Hulu. Tahun depan insya Allah kita lanjutkan di Kabupaten Siak, dan mudah-mudahan dengan sinergitas kita semua seluruh petani mitra yang mencapai 70 KUD bisa seluruhnya tersertifikasi," paparnya. 

Herman, salah seorang petani KUD Dayo Mukti mengaku begitu antusias melaksanakan program sertifikasi RSPO dan ISPO karena mendapatkan cukup banyak ilmu pengetahuan baru tentang praktik budidaya perkebunan sawit yang berkelanjutan. 

"Dengan adanya penerapan RSPO dan ISPO, kami para petani mendapat banyak pengetahuan baru tentang praktik budidaya sawit yang tepat dan berkelanjutan sehingga produktivitas KUD pun meningkat," ujar pria paruh baya tersebut. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved