Breaking News:

Pelecehan Mahasiswi UNRI

Rektor UNRI Ogah Komentari Status Tersangka Dekan FISIP Kasus Pelecehan,Wartawan Dioper ke Sosok Ini

Rektor UNRI Aras Mulyadi enggan berkomentar terkait status tersangka yang disematkan polisi kepada Dekan FISIP, Syafri Harto

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru.com
Rektor UNRI Aras Mulyadi enggan berkomentar terkait status tersangka yang disematkan polisi kepada Dekan FISIP, Syafri Harto terkait kasus dugaan pelecehan mahasiswi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Rektor Universitas Riau (UNRI), Aras Mulyadi enggan berkomentar terkait status tersangka yang disematkan polisi kepada Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Syafri Harto. Terkait kasus dugaan pelecehan mahasiswi HI di kampus tersebut.

Ia malah 'mengoper' wartawan, untuk menanyakan soal hal tersebut kepada Wakil Rektor II, Sudjianto.

"Dapat dikomunikasikan dengan WR2 sebagai juru bicara UNRI," kata Aras, Senin (22/11/2021).

Rektor UNRI, terkesan menghindar. Upaya konfirmasi dengan pertanyaan yang sama, pernah dilontarkan Tribunpekanbaru.com ke Aras Mulyadi, pada 18 November 2021.

Namun dia tak menjawab. Upaya konfirmasi lewat sambungan telepon, tak pernah diangkat.

Barulah pada Senin ini, dia bersedia menjawab. Tapi dia malah meminta wartawan bertanya ke WR II.

Tribun pun kemudian mencoba mengonfirmasi kepada WR II, Sudjianto. Tapi nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif.

Konfirmasi lewat pesan WhatsApp, juga tak membuahkan hasil. Pesan yang dikirim hanya centang satu.

Setelagh ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan mahasiswi, Dekan FISIP UNRI, Syafri Harto, diagendakan untuk diperiksa oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.

Syafri Harto akan menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved