Breaking News:

DPRD Pekanbaru

DPRD Pekanbaru Janji Fasilitasi Pedagang Pasar Agus Salim yang Tak Dapat Lapak

Masih adanya keluhan beberapa pedagang Agus Salim Pekanbaru direspon legislator di Gedung Payung Sekaki DPRD Pekanbaru.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Masih adanya keluhan beberapa pedagang Agus Salim Pekanbaru direspon legislator di Gedung Payung Sekaki DPRD Pekanbaru. FOTO: Pedagang Pasar Agus Salim Pekanbaru terlibat bentrok dengan petugas Satpol PP Pekanbaru saat akan dilakukan penggusuran lapak pedagang di Pasar Agus Salim, Pekanbaru, Kamis (18/11/2021). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Masih adanya keluhan beberapa pedagang Agus Salim Pekanbaru, karena tidak dapat relokasi tempat baru untuk berdagang, direspon legislator di Gedung Payung Sekaki DPRD Pekanbaru.

Komisi II DPRD Pekanbaru yang membidangi masalah ini, mengaku prihatin, jika memang ada eks pedagang Agus Salim, yang belum dapat tempat.

"Silakan lapor ke kami, Insya Alloh akan kami tindaklanjuti. Lapornya ke Komisi II, bukan ke Komisi I. Karena Komisi I tidak tupoksinya masalah pedagang ini," tegas Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru H Fathullah SH MH, Selasa (23/11/2021) kepada Tribunpekanbaru.com.

Saat ini, Jalan Agus Salim Pekanbaru, sudah dibersihkan dari pedagang kaki lima (PKL). Rencananya, jalur tersebut akan dijadikan Pemko Pekanbaru sebagai tempat kuliner, atau seperti kawasan Molioboro Yogyakarta.

Sesuai data yang diperoleh dari Disperindag Pekanbaru, jumlah pedagang Agus Salim sekitar 350-an.

Pemko merelokasi ke sejumlah tempat, yang sudah disediakan seperti Pasar Higienis, Pasar Rakyat dan di kawasan Jembatan Sungai Sago arah ke Jalan Ahmad Yani.

"Khusus ke tempat yang sudah disiapkan relokasinya, kami janji akan fasilitasi. Jangan sampai satu pun pedagang yang tertinggal. Terutama pedagang yang sudah terdata," sebutnya.

Kepada Disperindag Pekanbaru yang menangani persoalan ini, Fathullah meminta agar mencarikan solusinya untuk pedagang yang tak dapat lapak. Tujuannya, untuk menghindari gesekan dan permasalahan.

"Kepada pedagang juga kita minta, jangan mau diprovokasi. Tujuan pemerintah dipastikan baik, makanya harus didukung bersama-sama. Jika memang keberatan mengenai ukuran lapak, maka dicarikan saja solusi terbaiknya," pinta Politisi Senior Partai Gerindra ini. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved