Breaking News:

Berita Kuansing

Hukuman Eks Kadis CKTR Kuansing Tambah Jadi 8 Tahun Usai JPU Banding Kasus Korupsi Ruang Hotel

Hukuman eks Kadis CKTR Kuansing tambah jadi 8 tahun terkait kasus korupsi ruang pertemuan hotel usai JPU ajukan banding

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Palti Siahaan
Kepala Kejari Kuansing Hadiman SH, MH membenarkan berkat banding JPU, hukuman eks Kadis CKTR Kuansing tambah jadi 8 tahun, kasus korupsi ruang pertemuan hotel. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Upaya banding Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru, membuat hukuman eks Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kabupaten Kuansing, Fahruddin, bertambah jadi 8 tahun.

Fahruddin, merupakan pesakitan dalam perkara korupsi pembangunan ruang pertemuan Hotel Kuansing. Perkara ini ditangani oleh kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing.

Sebelumnya pada sidang di peradilan tingkat pertama yakni di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Fahruddin divonis 7 tahun penjara oleh majelis hakim.

Namun oleh hakim PT Pekanbaru, masa hukuman Fahruddin ditambah 1 tahun lagi.

Sidang putusan banding ini digelar pada Senin (22/11/2021) kemarin.

Tak hanya Fahruddin, pesakitan lainnya dalam perkara ini, Alfion Hendra selaku PPTK, juga mendapat tambahan hukuman 1 tahun, dari sebelumnya 3 tahun, menjadi 4 tahun.

Kepala Kejari Kuansing Hadiman saat dikonfirmasi, membenarkan jika dalam putusan banding perkara yang ditangani pihaknya ini, masa hukuman masing-masing pesakitan ditambah 1 tahun.

''Masing-masing ditambah hukumannya 1 tahun dari putusan sebelumnya di PN Pekanbaru,'' kata Hadiman, Selasa (23/11/2021).

Oleh karena itu, Fahruddin menerima hukuman 8 tahun penjara, dan denda Rp 100 juta.

Sedangkan untuk Alfion Hendra menerima penambahan hukuman menjadi 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved