Breaking News:

Jawaban Jokowi kepada PM Inggris Soal EBT: Kalau Hanya Ngomong Saja, Saya Juga Bisa

ada potensi EBT 418 gigawatt di Indonesia, baik itu dari hydropower, geotermal, bayu, solar panel, biofuel, arus bawah laut

TRIBUNNEWS/Biro Pers Kepresidenan/Agus Suparto
Presiden Joko Widodo menjajal Sirkuit Pertamina Mandalika International Street Circuit, Nusa Tenggara Barat, Jumat (12/11/2021). Presiden Joko Widodo menggunakan motor custom miliknya bertuliskan RI 1 berkeliling lintasan Sirkuit Mandalika yang akan digunakan perhelatan World Superbike dan MotoGP. 

TRIBUNPEKANBARU.COM -Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan biaya transisi energi diagggap sangat mahal.

Penegasan itu Dia sampaikan ketika berbicara dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson.

Kepada Boris, Jokowi blak-blakan menyebut program transisi menuju energi baru terbarukan (EBT).

Hal ini diungkap Jokowi ketika mengulas mahalnya biaya transisi energi.

Persoalan ini menurut Jokowi sudah berkali-kali dibicarakan dalam berbagai kesempatan.

Pada saat kita di G20 maupun di COP26 Glasgow, kita hanya berkutat berbicara mengenai bagaimana skenario global untuk masuk ke transisi energi,” ungkap Jokowi ketika membuka the 10th Indonesia EBTKE ConEx 2021, Senin (22/11/2021).

Jokowi menambahkan, tahun lalu sebetulnya tema ini juga sudah dibahas, namun belum juga menemui solusi terkait skema yang bisa diterapkan untuk menambal mahalnya biaya transisi energi.

“Dijanjikan 100 miliar dollar AS, tetapi keluarnya dari mana juga belum ketemu.

Saya sendiri ditanya waktu di G20 maupun oleh PM Boris Johnson,” imbuh Kepala Negara.

Lebih lanjut, Jokowi lantas mengungkap detail perbincangan para pemimpin dunia tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved