Breaking News:

Berita Kampar

Pilkades Serentak di Kampar, Bupati dan Istri Nyoblos Sei Lembu Makmur

Pilkades serentak di Kampar berlangsung , Rabu (24/11/2021), Bupati Catur Sugeng Susanto dan Istri ikut melakukan pencoblosan.

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Fernando Sihombing
Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto bersama istrinya Muslimawati memasukkan surat suara yang dicoblos ke kotak suara pada pemungutan suara di Desa Sei Lembu Makmur Kec Tapung pada Pilkades Serentak di Kampar 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Pilkades serentak di Kampar berlangsung , Rabu (24/11/2021), Bupati Catur Sugeng Susanto dan Istri ikut melakukan pencoblosan.

Sebanyak 100 desa di Kampar secara serentak menyelenggaran pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa. 

Bupati Catur dan istrinya, Muslimawati menyalurkan hak suaranya di TPS 22 SP 4 Desa Sei Lembu Makmur Kecamatan Tapung. Catur dan istri tiba di TPS, Rabu pagi.

Rumah pribadi yang dibangunnya sejak dahulu memang berada di desa itu.

Catur dan keluarga tercatat sebagai warga Sei Lembu Makmur, salah satu desa yang menyelenggarakan Pilkades Serentak Bergelombang 2021 di Kampar.

Ada dua kandidat yang bertarung di desa ini. Sebelum mencoblos, Catur sempat mengucapkan selamat bersaing kepada kedua calon Kades. Ia juga mengucapkan selamat berpesta demokrasi bagi 100 desa yang menggelar pemilihanm

"Harapan saya kepada Calon Kades, panitia lokal dan kabupaten serta pemilih, jaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama Pilkades berlangsung," pinta Catur.

Ia juga meminta calon Kades yang belum beruntung meraih kemenangan agar ikhlas menerima hasil Pilkades. Sedangkan bagi Pilkades yang terpilih, ia berharap amanah menjalankan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya setelah resmi dilantik nanti.

Desa Teluk Kenidai Kecamatan Tambang termasuk salah satu peserta Pilkades Serentak Bergelombang. Desa ini terkenal dengan Objek Wisata Pulau Cinta yang tepatnya berada di Dusun III Teluk Jering.

Terdapat empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) di desa ini dengan sekitar 1.300 pemilih. Kontestan di desa ini cukup ramai. Diikuti lima Calon Kades.

Salah satu TPS di halaman Masjid Nurul Iman Teluk Jering. Tepat di belakang kawasan Objek Wisata Pulau Cinta. Di TPS menerapkan protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan serta panitia mengenakan faceshield dan masker.

Warga tampak berbondong-bondong datang ke TPS sejak pagi. Mereka antusias memberi hak suaranya. "Masyarakat sangat antusias. Alhamdulillah," ungkap Ketua RT setempat, Khairil Mahendra yang merangkap sebagai Panitia Pilkades kepada Tribunpekanbaru.com.

Salah satu calon Kades yang ikut bertarung di Teluk Kenidai adalah Budi Setiawan. Kepala Desa yang dinonaktifkan setelah berseteru dengan Camat Tambang. Hingga Pilkades, Budi berstatus nonaktif.

Setahu Budi, alasan penonaktifannya berdasarkan laporan tertulis Camat Tambang. Salah satunya mempersoalkan Kepala Dusun III Teluk Jering, Fauzi yang dituding tidak berdomisili di wilayah kerjanya.

Camat memberi teguran agar membina Kepala Dusun itu. Puncaknya, Camat memintanya agar memberhentikan Kadus III Teluk Jering itu.

"Tiga bulan sebelum saya dinonaktifkan, Kadus sudah tinggal di wilayahnya," kata Budi beberapa waktu lalu.

Ia pun berkisah saat bersama perangkat desa dan masyarakat Teluk Kenidai berhasil merintis Pulau Cinta sampai terkenal seperti sekarang ini.

Budi menceritakan di awal Pulau Cinta mulai dirintis tahun 2017. Banyak pihak yang pesimis areal pantai di tepian Sungai Kampar itu dapat dijadikan objek wisata.

Ia memberanikan diri mengisi wahana permainan di kawasan itu. Maksudnya untuk memancing minat masyarakat tempatan. "Bikin roda dua, roda empat (motorcross). Saya beli banana boat, donat boat. Pakai pinjam ke bank pula itu," katanya sembari tertawa.

Lambat laun, Pulau Cinta semakin ramai pengunjung. Masyarakat dapat mencari nafkah di wisata perairan itu. Ia merasakan ekonomi masyarakat menggeliat. "Dulu sebelum ada Pulau Cinta, kenakalan remaja memprihatinkan. Sekarang aman," ungkap Budi.

Kepala Dusun III Teluk Jering, Fauzi diberhentikan oleh Penjabat Kades Teluk Kenidai yang diangkat oleh Camat Tambang. Ia melawan dan menggugat pemecatan atas dirinya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru.

Fauzi dibela 13 tim pengacara. Tim diketuai pengacara kondang, Asep Ruhiat. Kini, persidangan sudah sampai ke agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Menurut Fauzi, dirinya pernah diminta pihak yang mengatasnamakan perwakilan Camat Tambang, Abukari untuk memberi izin Galian C beroperasi di Dusun Teluk Jering. Tetapi, ia menolak permintaan itu karena khawatir bakal berdampak ke keberlangsungan Objek Wisata Pulau Cinta.

Camat Tambang, Abukari belum menjawab konfirmasi Tribunpekanbaru.com. Pesan yang menanyakan soal adanya faktor Galian C dibalik pemecatan Kadus, belum diresponnya hingga berita ini diturunkan, Rabu (24/11/2021). (Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved